Rabu, 06 Mei 2015

EXPLORE SUMSEL BARENG BPIP ROMLAH

Libur telah tiba.......
libur telah tiba.......
hore..hore..hore..... *suara tasya terdengar dari sebuah kotak musik tua*

Begitulah sepenggal lirik lagu yang sering dinyanyikan zaman sekolah saat lihat tanggal merah,
Tapi bedanya dulu saat libur sibuk dengan film kartun yang banyak di tv dan teman sepermainan yang mangajak berbagai macam permainan yang asyik.
Beda dengan liburnya anak zaman sekarang yang sibuk ke mall dan puas seharian bermain gadget masing-masing.

Tapi libur long weekend kali ini ane habiskan dengan kegiatan trip dengan menggunakan motor dalam edisi explore Sumatera Selatan.
Biar dibilang anak-anak motor gede touring lah kita ala anak backpacker..

Selepas shalat Jumat rombongan touring ala backpacker ini berkumpul di tempat yang telah ditentukan.


 Team Romlah 


"Apaan yud team romlah?"
"rombongan lahat gan. Hahaha.."
"Yaelah..aneh banget namanya.
"Yang penting jalan-jalan gan"
"Asemmm"

Touring ini merupakan rombongan dari Backpacker Indonesia Regional Palembang.
Dan ini merupakan trip perdana ane bareng komunitas BPIP paling rame, biasanya pada sibuk sama trip masing-masing.

Setelah persiapan dan semua perlengkapan siap Kamipun berangkat, dengan guyuran hujan bukan berarti menuruni niat kami untuk segera berangkat.
Dengan formasi power ranger 7 motor untuk 14 orang kami siap menerjang jalanan #EEaaa.
Tak kelang lama kemudian...

"Kalian kecelakaan yud?"
"Njirr.. doa lo gan gak enak bener"
"#Purapurabego"
"*tebas pakek parang*

Berhubung ane berboncengan dengan sebuah tedmon  . Ane kira simotor bakalan sanggup, tapi siban berkata lain.
15 menit seusai meninggalkan kota motor ane merasa gagal untuk membawa kak sela (sebutan tedmon tadi).
Untungnya bengkel tak jauh dari TKP dan langsunglah kami merubah posisi penumpang agar meminimalisir kejadian ini terjadi berulang-ulang.



Setelah cukup lama bermotor menyusuri beberapa kota, hutan dan mantan. Tibalah Kami di Kota MuaraEnim sekitar pukul 23.00wib.
Mungkin karena kami banyak newbie dalam hal touring jadi memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di Kota itu.
Disana Kami menginap disalah satu rumah teman kenalan si Sandika.
Bersyukur yang diharpakan kami mendapat wejangan makan malam dan sarapan gratis disana. HAHAHA..

"*Geleng-gelang kepala"
"Kenapa lo gan."
"Gak papa, kepala gw pegel aja"
"ooww.. Hahaha..."

Malam itu kami menyusun ulang jadwal perjalanan kami untuk esok hari. Saat Esok tiba kami bergegas melakukan persiapan ulang untuk menuju kesebuah tempat yang indah (KATANYA).
Dengan mengantongi sebuah penjelasan atas info tempat itu kami siap melakukan perjalanan kembali.

"Kemana sih yud kalian?"
"KEPO. Gak usah banyak comment. Lihat aja ntar"

Sesampainya kami di sebuah daerah bernama Tanjung Enim, ternyata ada anggota Backpacker Palembang (KAK AGENG) yang berbaik hati mau mngantarkan kami ke tempat itu.
Dengan dihiasi kecelakaan diperjalanan tidak menghalangi perjalanan kami.

"LOh... Siapa yang kecelakaan toh Yud?'
"Banyak tanya sih loh gan."
"Gw peduli yud"
"Iyaya deh.. kak ageng gan kecelakaan saat itu dan untungnya beliau tidak mengalami luka parah jadi perjalanan tetpa dilanjutkan walaupun dengan rasa yang tidak enak"

Sekitar pukul 09.30wib kami tiba disebuah desa tanjung pandan yang menjadi pintu gerbang untuk menuju temoat tersebut *MASIH RAHASIA.

Dilanjutkan dengan tracking 1 jam (KATANYA)...






FYI : Selama perjalanan terdapat beberapa warung yang bisa dijadikan tempat istirahat dan makan ala kadarnya.

Tracknya super sekali..
Dengan lumpur dan batu ane berasa mau melakukan pendakian kesebuah gunung.
Tapi kali ini bukan ketempat itu.

Ditengaah perjalanan ternyata didalam hutan terdapat sebuah kampung kopi

Ane gak habis pikir untuk bisa ke kampung ini. Karna transportasi disini hanya menggunakan motor trail yang sudah dimodifikasi secara drastis. Jadi tidak mudah untuk mencapainya.

Setelah perjalanan selama 2 jam (TERNYATA), kami tibalah ditempat tujuan.


AIR TERJUN LEMUTU tingkat 1


Perjalanan selama 2 jam tadi merupakan menuju ke sebuah air terjun ditengah hutan yang bisa dibilang masih asri.
Sayangnya akibat hujan warna air tidak tampak bagus saat itu. Tapi, tidak mengurangi niat kami untuk segera mandi.
Untungnya juga disana terdapat warung yang menjual makanan.
Disana juga terdapat banyak sekali kumpulan kupu-kupu malam yang indah,
Ntah kenapa sang kupu-kupu banyak terdapat disana.

"NO PICT HOAX yud"
"Ngiri kan pasti lo gan ane bisa liburan lagi"
"*Tiba-tiba hening*"

Ini Surprisenya disini selain kupu-kupu malam..

 Lemutu tingkat 2


 "Kok Keren sih yud !!!"
"HHAHAHHA..... *cuman bisa tertawa ngejek*"

Air terjun lemutu terdiri dari 3 tingkat gan, dan tingkat 2 merupakan tempat paling ramai dikunjungi orang.
Berhubung waktu yang sempit kami tidak melanjutkan untuk ke tingkat 3.
2 anak lebih baik *Gak nyambung*

Setelah mandi, makan, istirahat, pacaran (ngeliat orang doang).
Sekitar pukul 14.00wib Kami menuju pulang.
Walaupun tadi sudah mandi-mandi ganteng yang bersih, tetep harus berkutat bersama lumpur lapindo  dan keringat kembali. 1,5 jam kami tempuh saat pulang, dan artinya sekitar pukul 15.30wib kami tiba di desa tadi.

Tidak menunggu waktu yang lama, kami segera melesat kembali dengan motor menuju kota MuaraEnim (MAUNYA).
Setiba di Tanjung Enim kami berencana untuk mengunjungi Kak Ageng yang tidak bisa ikut kami ke air terjun tadi.
Hujanpun datang dengan  derasnya menuju kesana. Dengan rasa lelah yang cukup menguras kami bahkan sempat melakukan perbedaan pendapat akan tujuan selanjutnya di salah satu warungmart.
Tapi semuanya tetap dalam kondisi yang normal ..
Tenag...tenang..


Setibanya disana ternyata...
Akibat nyamannya rumah kami putuskan untuk mandi kembali dan melakukan sholat jugadan barulah sekitar pukul 20.00 wib kami melanjutkan kembali  perjalanan.
Akibat hasutan yang terlalu mengiurkan Kak Ageng dan Mona (cowok) ikut juga dalam rombongan Romlah *Masih geli dalam penyebutan nama team*.


Di MuaraEnim kami sempat menitipkan beberapa tas bawakan kerumah keluarga dari team romlah.
Jadi kami sempatkan terlebih dahulu untuk mengambil barang-brang tersebut.
Setelahnya kami makan terlebih dahulu..

"Kalian ini mau kemana yud malem-malem?"
"Ngapel cewek gan, mumpung malam minggu"
"Mblo..mblo.. mimpi kok gak sadar-sadar"
"Njirr...HAHaha..

Makan besar dan mahalpun usai *SERIUS*.
Malam itu sudah tiba pukul 23.00 wib dan kami tetap pada komitmen untuk menuju ketempat selanjutnya.
Setelah hampir 2 jam lebih perjalanan kamipun tiba disebuah desa bernama desa tanjung beringin.
Sebuah desa yang digapai dengan melewati dari gerbang tugu gajah dan melewati bekas penangkaran gajah. Butuh waktu 45 menit menuju desa ini dari gerbang jalan lintas Muara Enim- Lahat.

Dirumah kepala desa terdapat banyak sekali motor dan kendaraaan yang parkir.
Beberapa dari kami memutuskan untuk langsung tidur ditempat bisa dijadikan tempat tidur.
Ane dan beberapa yang lain memutuskan berpikir ulang untuk memutuskan langsung melakukan perjalanan di pagi itu juga.
Setelah kesepakatan Kami putuskan untuk melakukan 'Pendakian malam/pagi itu juga dan teman kami "Alang" memutuskan untuk tidak ikut sata itu karena dirasa tidak mampu lagi.

"Tunggu Yud? Pendakian? Gunung Kan?"
"MASIH RAHASIA"
"ASEMM... GW Mau tidur yud"
"Tidur aja sana, selama-lamanya bila perlu hahah"
"-_____-"

Dengan mambayar kontribusi 10rb/motor dan 2rb/orang kami langsung berangkat.
Saat berangkat cuaca bagus tapi setibanya ditengah perjalanan hujanpun mulai datang dengan perlahan.
Hampir dari seluruh rombongan merupakan newbie dalam hal pendakian, jadi beberapa sudah pernah melakukan pendakian menghandle dan membantu teman-teman yang kesulitan dalam hal ini.
Setelah hampir 3 jam perjalanan dan tepat pukul 05.00wib (minggu pagi),
Kami tiba diatas dan Kami tidak memutuskan untuk mendirikan tenda lagi.
karena dirasa cukup capek, lelah, letih dan lain-lain lah.
Dirasa tidur ala kadarnya ane terbangun akan angin pagi yang datang menyambut...

SELAMAT HARI MINGGU


 Gunung Dempo tampak dari kejauhan
Semoga Berjodoh hhmmm

"SERIUS.. INI DIMANA?
"Sumsel Punya gan"
"Dimananya?"
"Bukit Besar, Lahat gan"
"Pokoknya harus kesini dahh."
"Dari dulu ngomong doang"

Walaupun sang matahari pagi tampak malu-malu menunjukan sinarnya tapi gumpalang kabut menjadi daya pikat yang lain pagi itu.

Berasa di Merbabu 
 2 cewek tangguh romlah




Sangat-sangat disayangkan..
Tempat semenarik ini dikotori oleh para pendaki tidak bertanggung jawab dengan sampah.
Mereka hanya ingin melihat keindahan yang terlihat saja, bukan ingin menjaganya.
Mau sampai kpan begini dunia pendakian kita?
Sadar woi.. sadar akan kebersihan gunung khususnya. PLEASE










Kami dari backpacker Palembang pun memutuskan untuk melakukan pemungutan sampah disana, walaupun tidak mencakup seluruh daerah. Setidaknya semoga yang melihat menjadi sedikit sadar akan kebersihan.
Semoga saat ane dan teman-teman kembali disana berencana mengajak para pendaki lain untuk menjaga kebersihan dengan membawa sampah turun gunung.
Semoga terealisasikan. AAmiin

Dirasa cukup menikmati semua karunia tuhan dan dirasa cukup melakukan sesi fhoto sekitar pukul 10.00wib kami turun.
Dengan rasa lalh yang belum hilang sepenuhnya kami paksakan untuk turun.
Diperjalanan terlihatlah jalur yang saat gelap dan kurangnya penerangan kami terlihat.
Saat di shelter 2 sekitar 15 menit munuju turun kami tibalah dimata air.
Seusai melepas dahaga sejenak rasa semangat kembali datang.
Gelak tawa jadi penghibur selama perjalanan.

Selama turun kami sering kali berpapasan dengan anak muda penduduk lokal yang melakukan pendakian juga dengan gaya ala ke mall. Yang menjadi daya geli tersendiri.

"Gimana si yud daya geli tuh?"
"Gimana-gimana lah hahaha"

Saat tengah hari kami tibalah di kaki bukit tepatnya dipinggir sungai yang cukup jernih.
Dikarenakan belum makan, Kami putuskan untuk mandi dan masak ditepi sungai itu.




 Sederhana namun menikmatkan kami
 wujud dari si bukit

Cukup kenyang? IYA
Segar sehabis mandi? IYA
Tapi tidaklah membuat kami untuk langsung beristirahat.
Karna kami harus melakukan perjalanan panjang menuju Palembang.

"Serius langsung Pulang yud?"
"Iya gan, Besok Kerja."
"Puk..puk.. Syukurin. HAHHA.."
"hhmmm.."

Setelah kembali kedesa dan membereskan segala keperluan, sekitar pukul 14.00 wib Kami bergegas pulang. Dan ane yang berboncengan dengan Sandika memberikan kesempatan dahulu buat Dika yang membawa kendaraan, karena Dia bilang tidak sanggup untuk membawa kendaraan dimalam hari.

Dengan rasa yang masih bahagia tapi lelah kami lalui diperjalanan.
Saat malam menjelang ane barulah menggantikan Dika untuk membawa kendaraan.
Ternyata semua lelah tidak akan sampai baru terasa saat dirumah, cukup di motor rasa lelah itu sudah sangat membebani.
Sesekali harus berhenti untuk menghilangkan rasa kantuk yang luar biasa.
Anepun merasa tidak sanggup lagi untuk membawa kendaraan dan terpaksa harus segera digantikan.
Ternyata rasa itu juga dirasakan semua Romlah.
Sesekali tidak sadarkan diri diatas kendaraan membuat kami semakin waswas.

Ane merasakn trip kali ini benar-benar extreme.
Inilah yang biasa dibilang #NEKADTRAVELLER #PETUALANGBENERAN #CAPEKBANGET  #EXPLORESUMSEL #MASIHJOMBLO .
Gimana tidak gila,
Romlah belum pernah ke air terjun dan bukit itu. Jadi kami cuman mengandalkan info dari teman dan internet untuk bisa melakukan perjalanan ini.

Kambali diperjalanan, ilusi dan daya konsentrasi yang semakin menurun terasa semuanya.
Ane sekitar pukul 01.30 wib tibalah di Palembang dan ternyata aku masih cinta Kami didahului oleh rombongan lain yang telah tiba duluan.
Tidur sejenak dan besak pagi kerja itu lah langkah terakhir yang ane lakukan.



Terima kasih Team Romlah (Rombongan Lahat),
Backpacker Indonesia Regional Palembang.
Sunguh trip yang luar biasa dan sangat berkesan.









Dari sebuah perjalanan kita belajar arti sebuah kebersamaan, peduli, saling membantu, mengerti atas kekurangan  masing-masing. Ini memang perjalanan pertama buat kita, tapi semoga bukan jadi yang terakhir.
Kalian luar biasa sobat.


SEE YOU NEXT TRIP

2 komentar: