Minggu, 02 Agustus 2015

SOLO TRAVELLING DI SUMATRA BARAT (Part 3)

TIBA-TIBA..

Sinyal saat itu tiba-tiba sering hilang selama perjalanan, ntah kenapa !

"Yaelah..kirain mobil lo kecelakaan gitu. Biar keren ceritanya."
"Sialan loh gan, doanya bagus banget."
"AKu orang baik Yud, jadi wajar doanya baik juga."
"*Tatapan sinis*"

Cuaca panas, ditambah kebingungan melanda bakal tidur dimana nanti disana.
Dan setelah memutar waktu untuk bisa kembali bersamanya  otak, ane pun berencana menemui salah satu komunitas yang berdomisil disana.

Ya.. bener saja. Ternyata di Payakumbuh, iya ane ke Payakumbuh membentuk juga komunitas "Milanisti Indonesia Basis payakumbuh"  yang ane temukan lewat twitter.
Setelah mendapat kontak salah seorang mereka, langsung lah ane memberi tahu kedatangan ane kesana dalam bentuk dadakan.

"Lohh..Dadakan?"
"Berkat searching di google akibat bingung mau kemana lagi di Sumbar."
"AJibbb Yud."

Setibanya disana, ane langsung lah dijemput oleh si Yogie, dan malamnya langsung diajak kumpul bersama member-member lainya.

 Dimana ini?


 jalan sore sebelum malam

Sayangnya banyak member lagi punya pekerjaan lain dan bahkan lagi diluar kota. Jadi personil yang ada tidak terlalu banyak. Tapi tetap keren lah..

Sepulang kumpul, ane mengajak Yogie untuk menikmati yang terkenal di Payakumbuh. dan hal ini memang ane inginkan untuk menikmatinya secara langsung ditempatnya berasal.

Kopi kawah daun

For your information : kopi ini dibuat dengan menggunakan daun kopi bukan biji dari kopi itu. 
Untuk rasa, ane rasa unik. Bagi kalian yang suka ngopi, ayok  ke sumatra barat wajib mencicipi kopi yang satu ini.

For your information 2 : Malam itu ane tidur dibengkel yang dijaga oleh si yogie.
"Gak penting Yud"
"-___-"

Selamat Pagi Payakumbuh

 Kabut tebal menyambut pagi saat itu, tapi tidak mengurungkan niat Kami untuk berkeliling ke beberapa tempat luar biasa disana. Mau tahu ?

> Kelok 9
 #kecebanget *yang moto*
 "Sialan.. keren banget.
Perlu waswas ya kalo baru belajar mobil lewat sana."
"Makasih gan, ane mmg keren.
Untungnya ane baru belajar mencintai gan, jadi gak perlu waswas."
"Ati-ati yud disana kayaknya banyak tikungan, ntar loh ditikung orang lain kalo gak cepet."
"*Hening, duduk dipojokan.*"
"HAHAH.."





 #JANGANBUANGSAMPAH
"itutu si Yogie, orang baik yang ane temuin. *abaikan anak kecil berambut merah* Kalah dah gaya ane ama tuh anak kecil. LANJUT

> Bukit lupa nama dan air terjun donat apa lah pokoknya..


Ntah lah kenapa si Yogi ngebet bener ngajak ane kesini.
Padahal dia sendiri belum pernah kesini. (katanya) bagus. Memang bagus sih, tapi setelah ditengah jalan dirasa si bukit gak ada ujungnya bakal sampe cepet.
Kami putuskan untuk turun lagi dan main air saja di air terjun.

>Lembah Harau
 Spot Favorit






"Masya Allah"
Tempat satu ini rancak bana. Viewnya oke !!
Satu hal. Wajib kesini.


Dengan deretan tebing yang menghiasi sisi kanan kiri dengan hamparan sawah diberapa tempat. Punya khas tersendiri lah pokoknya. PETJAHH

>Air terjun (Kering)

Sebenarnya di lembah harau banyak terdapat air terjun. Tapi...
Akibat kemarau panjang, banyak air terjun disana berhenti nerjun. 
Kecewa, iya!
Tapi apa boleh buat, tinggal air terjun yang kecil ini yang bisa dinikmati.
Halhasil si Yogie mengajak masuk hutan untuk melihat sumber air panas, tapi lagi-lagi setelah di tengah perjalanan keadaan tidak memungkinkan untuk masuk hutan lebih dalam. Kami putuskan untuk kembali. 

Setelah mengunjungi tempat-tempat yang luar biasa tadi, ane rasanya betah untuk berlama-lama disini. Tapi tuntutan kerjaan menunggu di Palembang.
See you guys, sampai jumpa lagi.
Luar biasa bisa kenalan sama kalian semua. #FORZAMILAN #HIDUPHITAMMERAH

Saat siang menjelang sore, ane bertolak ke Bukit tinggi.
Tiba-tiba...

"Tak gampar lo Yud pakek bersambung lagi !!!!!!!!"
"Hehehe.. iyaya."

Ekspetasi bakal mendapat temen di Bukit tinggi, ternyata diluar perkiraan.
Temen Milanisti disana banyak tidak bisa mengajak ane untuk sedikit berkeliling dikarenakan kesibukan mereka.

Tapi, tidak masalah, karna inilah asiknya sebuah melakukan perjalanan sendiri. Segala hal kita yang mengatur.
Sesampainya di Bukit tinggi ane putuskan untuk membeli tiket Pulang ke Palembang terlebih dahulu,
barulah ane menuju kesini..


 Jam BeGadang
Gak ada yang motoi. hhmm


Senang akhirnya bisa menginjakkan mulut  kaki ditempat ini. Tapi, dibalik kebahagiaan itu rasa bingung masih melanda dimana tidur malam ini ??
Masih lah ane melakukan clingak-clinguk plangak-plongok disekitar tempat itu untuk menikmati tempat wisata yang berada disekitar sana. Seperti..

 Lembah Harau

Percapakan
"Apakah kehidupan rumah tanga kita seribet jalur dalam gua ini pak?"
"Kehidupan kita gak ribet puk. Cuma Ibu yang ribet, sudah tau jenong tu jidat. Tapi ditutupi dengan kek gituan yang bikin l,ucu aja lihatnya."
"Kemudian mereka pun hidup bahagia, belum tahu selamanya ngak."



Senjapun makin tampak terlihat, dan anepun memutuskan untuk memilih salah satu masjid disekitar situ untuk menginap semalam.
Hendak awal ane bertanya-tanya kepada pedagang disekitar sana untuk menannyakan soal masjid.
Tapi, diluar rencana. Si Abang yang ternyata pecinta Milan juga mengajak ane untuk tidur dirumahnya.
Tanpa rasa takut, anepun menerima tawaran beliau. 

"Gak takut Yud.?"
"Bismillah aja gan."

sembari menunggu si bang tutup dagangannya, anepun memutuskan untuk kembali berputar disekitar jam gadang.


 Ngamen dengan lantunan lagu khas minang

Wujud si bang baik

Saat malam mulai larut, Kamipun pulang dengan siAbang.
Suasana rumahnya sepi (awalnya).
Tapi tidak beberap lama, datanglah segerombolan bak premen kerumah Bang Rudi yang ternyata mereka semua adalah temen beliau.
Dengan membawa botol minuman dan gaya style badan full tato.

"Gimana tuh lo punya perasaan Yud?"
"Campur aduk. Pokoknya tidur dulu, masalah masih bangun gak besok pagi urusan Allah."
"Gila..Gila..Gila..!!"

Saat bangun pagi, dengan segala kegalauan yang ada salama tidur. Tampak lah mereka semua tdiur tergeletak bersusun rapi disebelah ane.
Dikarenakan ane harus segera ke terminal, anepun bergegas mandi dan bersiap. 
Ternyata si Bang Rudi terbangun dan menawarkan diri untuk mengantarkan ke terminal.

"Bersyukur bisa bertemu orang luar biasa di trip kali ini."
"Tunggu Yud."
"Apa lagi gan ?"
"Lo kan bawah tenda, untuk apa?"
"Njirr.. terpaksa dah dibahas. Jadi setelah gagal camping dipulau. Rencana awal mau mencari spot di Batusangkar untuk camping. Dan ternyata tidak ditemukan.
Setelah bertolak ke Payakumbuh, ane berencana camping di lembah harau tadi.
Tapi dikarenakan mereka juga bingung mau mengajak ane camping dimana, dan melihat air terjun yang pada kering. Jadi terpaksa harus mengurungkan niat lagi buat camping."
"Hahahaha... Kan itu berat tenda dan nesting. Nah.. kenapa gak camping di Bukit tinggi aja?"
"BERAT PAKEK BANGET...!!
Susah juga cari spot mah kalo di Kota gini, Bingungan. Dan sedihnya ini ketiga kalinya trip gagal nenda."
"MUAHAHAHAHAHAH.... 1. Bukit Besar, 2 ???, 3. Sumatra Barat?  Dimana 2 nya?"
"Nantilah kapan-kapan ane bahas lagi.
Tapi semua kegagalan itu menciptakan cerita tersendiri yang buat berkesan dah."
"Alibi lo aja Yud"
"kalo ane sih  #JanganLupaBahagia"

Terminal AUR

Perjalanan perdana ane solo travelling ini begitu penuh kesan,
dengan segala warna yang ada. Bertemu orang-orang baru, teman baru tapi belum pacar baru.
Walaupun sedikit kecewa dengan sampah, iya sampah.

Dari beberapa tempat yang dikunjungan dan dilewati begitu banyak sampah bertaburan.
Bisa dimaklumi karena lebaran, tapi tidak bisa dimaklumi jangka panjang kalo begini terus.
Sungai di sumbar memang masih banyak yang jernih, tapi dikotorin alirannya dengan sampah. 
Entahlah, ane geram karna hal ini.
Walaupun ane belum bisa bilang kalo ane tidak pernah buang sampah sembarangan. Tapi sampai detik ini, ane terus belajar melakukan itu. 
Nyampah ditempat wisata atau dimanapun itu gak asik bro.

Yookk.. Bareng-bareng nasehati diri sendiri untuk tidak buang sampah sembarangan.
Bagi kampungnya di Sumatra Barat patut banggalah punya alam yang luar biasa begitu.
Ane insya allah akan kembali lagi kesana, inginkan explore pantai atau naik gunungnya (Marapi, Singgalang, Tago, Talang). 
Masalah waktu, lihat nantilah. Mungkin kita bisa pergi bareng kesana.

SEE YOU PADANG, THANKS FOR ALL.





4 komentar:

  1. Asekkkk bgt dah ahhhh... plg yg drmh gadangny.. trs yg jembatan melingkar itu... beuhhhh dah kek jepang ...
    Salam backpaking ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin kalo di Bukit tinggi gak sempet kemana-mana.
      kalo rumah gadangnya, sudah kesana didaerah batusangkar di part 2 tuh ceritanya.
      Pokoknya kerean dah sumbar.

      Hapus