Rabu, 29 Juli 2015

SOLO TRAVELLING DI SUMATRA BARAT (Part 1)

Ramadhan
Adalah bulan yang sangat ditunggu kita sebagai umat muslim, 1 bulan penuh berpuasa dan banyak banget jalan untuk mendapatkan pahala dalam skala luar biasa.
Dan setelah berpuasa satu bulan penuh kita akan merayakan hari kemenangan  "idul fitri".
Dengan segala khas dalam menyambut hari kemenagan itu dan salah satunya dengan mudik pulang kampung.

"oohh..Jadi ini ceritanya tentang lo pulkam ya Yud ?"
"Teett.. Anda salah."
"Tentang pertanyaan mana pasangan saat lebaran?"
"Teett..Anda Kampret."
"Haha.."




Lebaran 1 dan ane berasa anak tunggal,

Banyak dari orang melakukan hari raya berkumpul dengan sanak saudara, maka dari itu mereka mudik.
Begitu juga ane, lebaran kali ini ane putuskan untuk mudik.
Bertemu dengan sanak saudara, tapi sanak saudara yang belum pernah ketemu.

"Kok gitu?"
"Yagitu deh"

Saat lebaran hari pertama, ane masih berada di Palembang untuk bersilatuhrahmi dengan teman, pacar, saudara dan tetangga terdekat.
Tapi saat lebaran hari kedua ane barulah berangkat mudik bersama tetangga.

"Nah loh... kok bareng tetangga?"
"#BiarHemat"
"Mencurigakan mudik ni orang -__-"


Jadi ceritanya ane ini sedang melakukan #SOLOTRAVELLING gan menuju provinsi si uda dan uni Sumatra Barat untuk beli nasi rendang disana.

"Solo Travelling? Sendiri ? Serius lo gan ?!
"Iya gan"

Setelah beberapa kali melakukan perjalanan bersama sahabat-sahabat ane, kali ini ane putuskan dan memang berkeinginan untuk melakukan trip sendiri.
Untuk mencari tantangan baru gitu.
Ditambah lagi ada tetangga yang menawarkan ajakan untuk nimbrung di kendaraan mereka.
Disitulah ane bertambah semangat agar bisa menghemat ongkos pergi.

Awal mulanya perjalanan ini dilakukan oleh beberapa teman yang berkeinginan mengunjungi provinsi ini, tapi dikarenakan banyak faktor mereka menurungkan diri untuk ikutan.
Ditambah lagi posisi saat itu suasana lebaran masih sangat kental.
Jadi mungkin mereka lebih memilih untuk berkumpul bersama kelauarga.

"Bener tu Yud, lebaran tu ya kumpul sama keluarga dan orang terdekat bukan pergi kelayapan.
"Entahlah, untuk tahun ini ane putusin untuk mencari suasana baru untuk berlebaran gan.

BACK TO TOPIC

Sabtu pagi setelah semua peralatan sudah di packing rapi dengan tambahan tenda, sb, matras dan nesting buat perbekalan untuk camping nanti disana.
Perjalanan 7 orang termasuk ane dimulai sekitar pukul 09.00 wib.
Karena ane tipe orang pentidur, jadi selama perjalanan banyak ane habiskan dengan  tidur ganteng.
Hingga siang menjelang untuk makan siang tiba dan selepas makan siang di salah satu pinggir jalan nan asri Kami melanjutkan kembali perjalanan.
Sekitar pukul 20.00 wib Kami tiba didaerah kabupaten Bungo, Jambi.
Disana Kami putuskan untuk menginap disalah satu saudara si tetangga dan akan melnjutkan perjalanan besok pagi.

Saat pagi menjelang kamipun melanjutkan perjalanan, tapi sebelumnya silatuhrahmi dahulu.

Mengejutkan !!!!

"Apa Yud?"
"Ternyata dari Bungo personil dalam kendaraan bertambah 3 orang lagi gan. Bayangin ruwetnya kondisi di dalam mobil itu !!"
"Syukurin."
"Anjirrr"

Sekitar pukul 20.00 wib Kami mulai memasuki Kota Padang dan disana ane sudah janjian bersama kenalan baru ane si Nanda buat minta jemput.
Dengan baik hatinya beliau menjemput ane dan langsung menuju rumahnya.
Dan ane pun berpisah dengan rombongan untuk memulai perjalanan sendiri.

Lagi-lagi mendapat suguhan hangat dari keluarga orang, dirumah Nanda ane disambut dengan ramah walaupun si Ibu lagi sakit pada saat itu.

Diambil dari Kamar 

Selamat pagi kota Padang,
Dengan rasa bahagia pagi saat itu dikarenakan berencana main air di pantai dan berencana buat camping di salah satu pulau di daerah situ.
Dengan semangat luar biasa bak super saiya son goko ane bergegas beres-beres.  Sebelumnya ane diajak untuk berkeliling sebentar Kota Padang 

 Masjid Raya Sumatra Barat


Sungguh takjub melihat bangunan masjid yang sedikit berbeda dengan masjid-masjid yang pernah ane lihat. Belum jadi aja luar biasa gini, apalagi kalo sudah jadi beneran.
Sungguh luar biasa bangunan-bangunan yang khas di Padang.
Biasa cuman bisa lihat di warung Padang, tapi kali ini hampir semua bangunan mempunyai tanduk.
Deretan rumah makan pun berjajar dimanapun dilihat, tapi sangat susah melihat pedagang jualan pempek keliling #SalahKota #UdahKangenPempekAja.


Setelah melihat beberapa pantai dan keliling kota, ane mencoba menghubungi temen yang berencana pergi ke pantai bersama ane itu. Karena Kami sudah janjian semalam.

Tiba-tiba !!!

"Kenapa Yud? *Pura-pura cemas*"
"Anu gan..anu."
"Anunya siapa Yud"
"*Mati lampu dan ceritapun bersambung*"

..........................................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar