“Apa yang
kalian pikirkan setelah menonton film 5 cm ?”
“Bra dek Dinda, bayangan dek dinda, senyum Rani. Pokoknya yang berhubungan dengan 2 cewek itu lah yud ^.^"
“KOK SAMA SIHH GAN HAHAHA.......*Ehhh #Salahfokus ”
“Nggak kok yud kalo gw yang terpikirkan setelah menonton tuh film ya tidak lain tidak bukan mau juga dong ke gunung semeru !!!”
“KOK SAMA LAGI SIHH GAN...”
“#NGASAHPARANG !!!”
“Bra dek Dinda, bayangan dek dinda, senyum Rani. Pokoknya yang berhubungan dengan 2 cewek itu lah yud ^.^"
“KOK SAMA SIHH GAN HAHAHA.......*Ehhh #Salahfokus ”
“Nggak kok yud kalo gw yang terpikirkan setelah menonton tuh film ya tidak lain tidak bukan mau juga dong ke gunung semeru !!!”
“KOK SAMA LAGI SIHH GAN...”
“#NGASAHPARANG !!!”
Semeru atau bisa disebut Mahameru merupakan gunung tertinggi
dipulau jawa dengan ketinggian 3676 mdpl. Gunung ini makin tenar setelah film 5 cm yang sukses tahun 2013 ditayangkan. Setelah tuh film membuming tidak bisa dipungkiri banyak orang
pecinta gunung, para backpacker ataupun orang awam ingin juga mendaki itu
gunung. Sekalian napak tilas jejak-jejak dek dinda kalau saja dengan harapan
tinggi bra dek dinda ketinggalan di gunung.
Begitu juga dengan Ane gan yang tidak henti-hentinya
menonton tuh film berharap bisa kesana walaupun waktu itu menurut ane
kemungkinan untuk kesana sangat kecil.
TAPI APA YANG TERJADI ??!
Keadaan berkata lain, Setelah acara yang tidak disangka juga bisa Ane ikutin
dan sudah dibahas sebelumnya GATHNAS BACKPACKER INDONESIA 2014. Ane berkesempatan untuk bisa datang ketempat itu dengan bantuan agan dudung alias +Rizki Nofriansyah . Tepatnya tanggal 15 Mei rencana Open Trip tersebut dimulai dan meeting point di stasiun Malang.
Selepas "Gathnas" dan sebelum pendakian kami melakukan trip keliling Jawa, mulai dari surabaya-Malang (UDAH ITU AJA).
Keren pakek banget (Stasiunnya)
Kami tiba di Malang sehari sebelum MP, dikarenakan kami terutama ane berencana meminjam peralatan dari temen anak Backpacker Regional Malang yang ketemu di Bandung. Alhamdulillah-nya semua peralatan ada dan bisa dipinjem dengan modal muka tambeng aja ke mereka hehee... J
Terima kasih banyak buat Herdi, Clara, Indra dan semuanya anak2 BPI Malang yang udah
berkenan meminjamkan peralatannya dan jamuannya. #EMOTTERHARU
Saat pagi menjelang Kamipun bersiap untuk ke stasiun Malang untuk menemui rombonganjamaah
kami. Tapi, tidak lupa mengisi perut dengan sepiring kolak +
sepiring bubur sumsun,
“Sempet bingung ini sarapan pagi atau makan siang, soalnya banyak banget makan pagi itu HAHHA...."
Setelah muter-muter di stasiun untuk menemui rombongan kamipun menemukanmakhluk2 tersebut mereka. NAMUN SAYANGNYA..........
Saat pagi menjelang Kamipun bersiap untuk ke stasiun Malang untuk menemui rombongan
“Sempet bingung ini sarapan pagi atau makan siang, soalnya banyak banget makan pagi itu HAHHA...."
Setelah muter-muter di stasiun untuk menemui rombongan kamipun menemukan
“ada apaan yud ?”
“Rombongan kami gak ada dek dindanya gan”
“Yaelahhh....”
“Penting gan, itung-itung buat penyemangat. Ada sih kaum hawa-nya tapi udah pada bawak
“HAHAHA..... Yang sabar ya yud”
Semula Ane kira dari stasiun bakal langsung naik jip. Tapi, ternyata kami harus naik angkot terlebih dahulu dan harus bergelut dengan panasnya di dalam situ dan beradu aroma mulut antar rombongan sembari saling mengenal satu sama lain.
Tidak beberapa kemudian kami sampai PUNCAK gan zzzzz...
Ehh sampai Tumpang maksudnya. Ane kira nunggu angkot berikutnya gan tapi ternyata dari tumpanglah perjalanan dimulai gannn......
Karena kami bakal naik mobil jipp darisana, AJIBBBB.. !!!
Kebetulan ane satu mobil sama anak Bandung dan Jogja. Tapi gan rombongan kami juga ada yang gak pakek jip melainkan pakek truk, kayaknya sih truk pengangkut sapi (info penting gak penting).
Selama perjalanan tidak henti-henti mata dimanjakan oleh pemandangan alam yang luar biasa, apalagi setelah memasuki taman nasional bromo tengger . Deretan hutan dan pegunungan ataupun hamparan perkebunan milik masyarakat ada di kanan kiri kita gan.
Dibalik itu gn.Bromo (NEXT TIME)
Kurang lebih 2 jam perjalanan kamipun tiba di ‘Ranupani’. Desa terakhir sebelum
muncak dan pintu masuk menuju Semeru. Setelah
sampai sana dan menurut prediksi ane dan team bakal langsung melakukan
perjalanan menuju ‘ranu kumbolo’.
“TERNYATA TIDAK... !!!!”
Dikarenakan kami tiba menjelang sore dan jumlah kami yang bisa terbilang sedikit, sebut saja 40an orang.. hahha..
Sekedar info : Ternayata di jawa ada beberapa gunung yang harus mesti melakukan pembayaran. Semeru juga ada dan hitungannya per hari.
Karena waktu itu lagi musimnya liburan, ternyata banyak orang mengisi liburan dengan ke semeru juga. Hal hasil ternyata di semeru dijatahin 500 orang kuota per hari dan kita terlambat.
“TERNYATA TIDAK... !!!!”
Dikarenakan kami tiba menjelang sore dan jumlah kami yang bisa terbilang sedikit, sebut saja 40an orang.. hahha..
Sekedar info : Ternayata di jawa ada beberapa gunung yang harus mesti melakukan pembayaran. Semeru juga ada dan hitungannya per hari.
Karena waktu itu lagi musimnya liburan, ternyata banyak orang mengisi liburan dengan ke semeru juga. Hal hasil ternyata di semeru dijatahin 500 orang kuota per hari dan kita terlambat.
“Jadi kalian
pulang gitu ?”
“Nggak lah gan, kita nginep di ranupani dulu dan besoknya baru memulai perjalanan. Kita buka tenda diatas bukit gitu tapi ada juga yang tidur di satu rumah yang gak dipakek disana (Sebut saja ane)”.
Malam begitu dingin tapi kebahagiaan dan rasa tidak percaya masih menyelimuti malam itu.
Saat pagi menjelang di ranupani kami bersiap untuk memulai pendakian.
Rencananya kami akan langsung melesat ke
kalimati hari itu juga. Karna kami bisa dibilang dikejar waktu.
Sekitar pukul 08.30wib setelah registrasi dan pengecekan peralatan yang dibawak oleh pihak POS kami mulai pendakian dan tidak lupa dibarengi dengan doa terlebih dahulu.
PERJALANAN DIMULAI.
Ternyata jalur pendakian dari ranupani- pos 2 itu sudah terdapat jalan setapak yang dibuat pemerintah setenpat untuk mempermudah pendakian gan.
Walaupun kami harus turun dan naik bukit berulang kali seperti ninja hatori tapi pemandangannya SADISS...!!!
“Nggak lah gan, kita nginep di ranupani dulu dan besoknya baru memulai perjalanan. Kita buka tenda diatas bukit gitu tapi ada juga yang tidur di satu rumah yang gak dipakek disana (Sebut saja ane)”.
Ranupani
Malam begitu dingin tapi kebahagiaan dan rasa tidak percaya masih menyelimuti malam itu.
Saat pagi menjelang di ranupani kami bersiap untuk memulai pendakian.
Dibelakang puncaknya, kebayang kan jauhnya gimana.
Foto keluarga yang rame.
Sekitar pukul 08.30wib setelah registrasi dan pengecekan peralatan yang dibawak oleh pihak POS kami mulai pendakian dan tidak lupa dibarengi dengan doa terlebih dahulu.
Isi tas perobatan rumah yang ane bawak jauh-jauh dari Palembang.
SELAMAT DATANG YUDHI
PENDAKI BIJAK HARUS NURUTI INI YA. PLEASE
Ternyata jalur pendakian dari ranupani- pos 2 itu sudah terdapat jalan setapak yang dibuat pemerintah setenpat untuk mempermudah pendakian gan.
Walaupun kami harus turun dan naik bukit berulang kali seperti ninja hatori tapi pemandangannya SADISS...!!!
Di post 3 Ane dan dudung memustuskan istirahat (lama) sebelumnya bentar.
Tidak seperti gunung PUNCAK DEMPO yang pernah ane daki yang punya pos ala kadarnya. Di Semeru setiap pos memang disediain pondok khusus yang bagus untuk istirahat kita.
Ohya gan... Januari-April 2014 semeru sempat ditutup dan dilarang melakukan pendakian karna aktifitas semeru yang lagi aktif dan kotornya jalur pendakian. Awal Mei barulah semeru dibuka lagi untuk pendakian, setelah jalur dibersihkan petugas taman nasional dari sampah dll.
Setelah istirahat ganteng di pos 3 kamipun langsung melanjutkan perjalanan. 1 jam lebih perjalanan dari pos 3 ane melihat pertandakiamat tempat yang ane idam-idamin
makin dekat.
Tidak seperti gunung PUNCAK DEMPO yang pernah ane daki yang punya pos ala kadarnya. Di Semeru setiap pos memang disediain pondok khusus yang bagus untuk istirahat kita.
Ohya gan... Januari-April 2014 semeru sempat ditutup dan dilarang melakukan pendakian karna aktifitas semeru yang lagi aktif dan kotornya jalur pendakian. Awal Mei barulah semeru dibuka lagi untuk pendakian, setelah jalur dibersihkan petugas taman nasional dari sampah dll.
Setelah istirahat ganteng di pos 3 kamipun langsung melanjutkan perjalanan. 1 jam lebih perjalanan dari pos 3 ane melihat pertanda
“Tempat apa
yud? WC?”
“Kalau di cuplikan filmnya gini, (lek kita dimana, kita disurga ya) ujar Ian. Tahu kan ?”
“HAHAH.... DIMANA YUD ? #PuraPuragaktahu”
“Kalau di cuplikan filmnya gini, (lek kita dimana, kita disurga ya) ujar Ian. Tahu kan ?”
“HAHAH.... DIMANA YUD ? #PuraPuragaktahu”
"RANU
KUMBOLO..... #NgakSombong !!!
"Asem luuu..."
Ane melihat danau yang biasanya cuman bisa lihat dari film atau gambar dan sekarang itu danau ada di depan mata ane sendiri. ALLAHUAKBAR
Tapi lelah dalam perjalanan sirna karna selama perjalanan menuju pos 5 menyusuri ranu kumbolo dan hamparan bukit safana.
Setibanya di pos 5 Ane segera mengambil air langsung di ranu kumbolo untuk minum (kali aja rasa air zamzam), lagipula persediaan air kami juga memang sudah habis.
Sembari menunggu rombongan yang masih ada di belakang, Ane dan Dudung masak mie untuk mengganjal perut sekalian menikmati alam disiang yang super duper luar biasa itu.
Di Ranukumbolo ane bertemu juga dengan rombongan yang punya kesaamaan mendukung satu team kesayangan "AC MILAN". Ane bertemu dengan rombongan Milanisti pecinta alam daerah jawa.
Info : Kami tiba di ranu kumbolo sekitar pukul 14.30 dan pukul 16.00 Kami berencana langsung melanjutkan perjalanan. lagipula sore sudah menjelang dan kabut sudah mulai turun. Dingin dari kabut yang datang mulai terasa Anepun mempertebal pakaian.
Kami pun langsung menaiki tanjakan penomenal yaitu ‘Tanjakan cinta’, Asikkk gak tuh ...

"Asem luuu..."
Ane melihat danau yang biasanya cuman bisa lihat dari film atau gambar dan sekarang itu danau ada di depan mata ane sendiri. ALLAHUAKBAR
ZAPRAN
Setelah perasaan bercampur aduk setelah melihat itu danau sadis, Kami harus segera menuju pos 5 sebelum sore menjelang untuk bisa
beristirahat disana. Tapi lelah dalam perjalanan sirna karna selama perjalanan menuju pos 5 menyusuri ranu kumbolo dan hamparan bukit safana.
nyari ikan kopi-kopi (plmbang pasti ngerti)
Setibanya di pos 5 Ane segera mengambil air langsung di ranu kumbolo untuk minum (kali aja rasa air zamzam), lagipula persediaan air kami juga memang sudah habis.
Sembari menunggu rombongan yang masih ada di belakang, Ane dan Dudung masak mie untuk mengganjal perut sekalian menikmati alam disiang yang super duper luar biasa itu.
Di Ranukumbolo ane bertemu juga dengan rombongan yang punya kesaamaan mendukung satu team kesayangan "AC MILAN". Ane bertemu dengan rombongan Milanisti pecinta alam daerah jawa.
Info : Kami tiba di ranu kumbolo sekitar pukul 14.30 dan pukul 16.00 Kami berencana langsung melanjutkan perjalanan. lagipula sore sudah menjelang dan kabut sudah mulai turun. Dingin dari kabut yang datang mulai terasa Anepun mempertebal pakaian.
Kami pun langsung menaiki tanjakan penomenal yaitu ‘Tanjakan cinta’, Asikkk gak tuh ...
Menurut film dan cerita pendaki saat kita naik tu tanjakan pikirkan salah seorang nama dan jangan menoleh kebelekang sebelum sampai atas bukit.
“Jadi Lu pikirin siapa yud?”
“Dek dinda lah, ehh Riani aja deh, ehh dia aja deh #LOHHH”
“ -_____- , dasar labil !!!”
Setelah sampai atas dan berharap doa sama si doi dikabulkan oleh yang maha kuasa. Lagi-lagi mata dimanjakan oleh alamnya semeru berupa hamparan padang savana yang begitu luas dengan hamparan bunga lavander (obat pengusir nyamuk) dan tempat itu dinamakan
Tangan Dudung
"ORO-ORO OMBO".“Apa artinya?"
"Tanyakanlah kepada orang jawa aja, karna ane gak ada ngertinya. Tapi enak aja nyebutin tu nama ororoombo. HAHH..."
Ane yakin tu tempat gak bakal ada nyamuk yang berani deket, kalu pun sampe nyamuk mau deket langsung digampar sama rombongan lavender HAHA..
Setelah ‘oro-oro ombo’ kami tiba daerah hutan cemara yang dinamain ‘cemoro kandang’.
Katanya sih ni tempat kalu hujan sering disambar petir, jadi kebetulan waktu itu langit lagi mendung Kami harus bergegas melawati itu karna ane takut kami sudah diintai oleh para petir disana dan ane juga gak mau ngeluarin kekuatan avatar ane yang disembunyikan selama ribuan tahun ini #MULAINGAWURR....
Tapi disanalah perjalanan ane dan si Dudung mendapatkan panggilan alam, tahu sendiri kan bawakan perut. Sebenernya ini penyakit sudah terjadi sejak di Malang, kirain sudah sembuh tapi makin membabi buta setelah di cemaro kandang.
Lalu dengan senang hati kami pun meninggalkan jejak disana. Semoga berguna buat pupuk bagi tanaman-tanaman disana. HAHAHHA.....
Malam mulai datang dan kamipun masih bergulat di cemoro kandang dan kelelahan. Headlamp pun mulai bernyalaan disana-sini dan Kami ikut nimbrung yang pada nyala aja #HEMATBEB HAHA... sekitar pukul 19.00 kami tiba di ‘JAMBANGAN’.
“Wihh.. enak
dong yud, gak kesusahan lagi kalo sakit perut melanda?”
“JAMBANGAN gan bukan JAMBAN, gua garuk juga lu ntar pakek garpu”
“HAHAHHAHA....”
“JAMBANGAN gan bukan JAMBAN, gua garuk juga lu ntar pakek garpu”
“HAHAHHAHA....”
Ane seneng
banget dengan tempat itu saat itu. Soalnya disana landai bener jalurnya. Beda
saat di cemoro kandang yang naik turun naik turun. Kayaknya di cemoro kandang
perlu dibuat tangga eskulator deh *Colek Pemkab Malang* HAHAH...
Walaupun landai tapi karna kelalahan ya tetep aja sih capek. Tidak beberapa lama kemudian kami pun tiba di ‘KALIMATI’.
Ternyata banyak dari rombongan Kami sudah tiba disana dan Kamipun langsung mendirikan tenda untuk istirahat sejenak.
Oya gan, selama di Semeru ane dan Dudung nimbrung di tendanya orang Bandung ‘kang apin dan anis’.
Dikarenakan kami tidak membawa tenda dan memang rencananya dari awal untuk mencari tumpangan.
Terima kasih banyak buat akang-akang dari Bandung yang bersedia mengajak kami yang ganteng ini untuk ikut masuk tenda.
Walaupun landai tapi karna kelalahan ya tetep aja sih capek. Tidak beberapa lama kemudian kami pun tiba di ‘KALIMATI’.
Ternyata banyak dari rombongan Kami sudah tiba disana dan Kamipun langsung mendirikan tenda untuk istirahat sejenak.
Oya gan, selama di Semeru ane dan Dudung nimbrung di tendanya orang Bandung ‘kang apin dan anis’.
Dikarenakan kami tidak membawa tenda dan memang rencananya dari awal untuk mencari tumpangan.
Terima kasih banyak buat akang-akang dari Bandung yang bersedia mengajak kami yang ganteng ini untuk ikut masuk tenda.
Setelah selesai mendirikan tenda
kami langsung memasak untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum tidur. Jadi kami tiba di kalimati kurang
lebih pukul 20.00wib. Setelah cukup mengisi perut kamipun bergegas untuk tidur.
“Kira-kira
agan ada yang mau nanya gak kenapa kami tidur cepat? *MAKSA*”
“Ya deh kami nanya yud? *NADATERPAKSA”
“Kami tidur cepat karena sudah ngantuk gan”
“BACOKK ”
“Ya deh kami nanya yud? *NADATERPAKSA”
“Kami tidur cepat karena sudah ngantuk gan”
“BACOKK ”
Setelah
tidur ganteng ane sudah pulas, ane langsung dibangunin sama si rizki hampir
pukul 11 malam. KENAPA ?
Inilah jawabannya kenapa kami tidur cepat, kami akan melakukan pendakian menuju puncak ‘MAHAMERU’ pada jam 11 malam.
Sempat ane kira kenapa jam 11 malem udah mau muncak, ternyata memang begitu apabila ingin mendapatkan sunrise. Jadi tepat pukul 11 malam kami bersiap memuncak disertai untuk doa yang jauh lebih khusuk lagi, karena inilah titik berat dari pendakian gunung semeru.
Rombongan ane tidak semua memutuskan untuk kepuncak gan. Sekitar orang 20an yang memutuskan muncak termasuk ane dan Dudung.
Muncak juga tidak perlu repot-repot membawa carrier. Cukup bawa minum, makanan ringan dan kamera tentunya.
Inilah jawabannya kenapa kami tidur cepat, kami akan melakukan pendakian menuju puncak ‘MAHAMERU’ pada jam 11 malam.
Sempat ane kira kenapa jam 11 malem udah mau muncak, ternyata memang begitu apabila ingin mendapatkan sunrise. Jadi tepat pukul 11 malam kami bersiap memuncak disertai untuk doa yang jauh lebih khusuk lagi, karena inilah titik berat dari pendakian gunung semeru.
Rombongan ane tidak semua memutuskan untuk kepuncak gan. Sekitar orang 20an yang memutuskan muncak termasuk ane dan Dudung.
Muncak juga tidak perlu repot-repot membawa carrier. Cukup bawa minum, makanan ringan dan kamera tentunya.
BISMILLAHIROHMANIROHIM..
Malam itu ratusan orang berniat yang sama untuk melakukan pendakian menuju puncak, dengan medan awal yang langsung mendaki kami harus berjalan selangkah demi selangkah menyusuri hutan dengan jalur yang sempit kami serta harus mengantri dengan para pendaki lain.
Tidak lama berselang ane dan Dudung memutuskan untuk istirahat tapi rombongan sepertinya masih lanjut melakukan perjanan.
Jadi, kami berjalan berdua saja dengan modal nekad walaupun kami belum tahu jalur yang akan kami hadapi didepan JRENG..JRENG....!!
Tidak lupa kami (lagi) meninggalkan jejak untuk pupuk alam ditengah-tengah semak yang ada. HAHAHHA...
Setelah sekitar 2 jam perjalanan menembus hutan. Kami tiba tepat dibawah kaki gunung semeru.
Jalur pendakian bener-bener seperti didalam film 5 cm yang diidominasi pasir dan bebatuan.
Jadi kehatian-hatian harus dijaga dan bener kata pendakian lain setiap 1 langkah yang kita lakukan disitu rasanya kita akan mundur 3 langkah karena jalurnya berpasir.
Karena medannya dirasa berat, kami sering melakukan istirahat sejenak. Lambat laun tidak terasa persediaan airpun habis padahal untuk menuju puncak masih jauh.
Ditengah perjalanan ane memutuskan untuk menuju puncak sendirian dan meninggalkan si Dudung sendiri..
“Gila, Tega bener lu yud jadi temen ?”
“Andai kalian diposisi ane pada saat itu. Maaf ya Dung ane bukan temen yang baik ~.~
Ane ngerasa perlengkapan gunung yang ane pakek waktu itu tidak memadai gan, ditambah lagi ane kagak pakek sarung tangan padahal tangan
Makin
keatas dingin makin menjadi-jadi dan sesekali dengan keadaan haus ane meminta
minum kepada sesama pendaki lain walaupun sering terjadi penolakan HAHAH..
Setelah ane rasa waktu itu hampir menyerah, muncul lah garis kuning di langit yang menandakan sang fajar segera menunjukkan cahayanya. Segeralah ane semangat melangkahkan kaki untuk menggapai puncak.
Kemudian.....
Tepat pukul 05.34 WIB 17 Mei 2014 ane tiba dipuncak tertinggi di pulau jawa...
dan rasanya itu luar biasa gan, mengahiru biru bagaikan menonton film barat tanpa ada subtitle Indonesia dibawahnya *Gak Ngerti*.
Sedih, Bangga, Bahagia pokoknya campur aduk saat itu.
Sungguh luar biasa kuasamu ya rabb..
Sekitar 1 jam ane menikmati puncak tertinggi itu sembari menunggu si Dudung untuk naik. Tapi setelah lama menunggu si Dudung tetap saja tidak menunjukkan tanda-tanda akan tiba. Dikarenakan dingin ane memutuskan untuk turun bersama 3 orang rombongan ane juga.
Tidak henti-henti ane kagum akan pemandangan yang ada saat itu. Indonesia memang luar biasa. Ditengah perjalanan ane mau turun, ane melihat sesosok yang rasanya ane kenal. Setelah semakin deket ternyata dia adalah..
Jreng...Jreng... Dudung alias Rizki.
Setelah ane rasa waktu itu hampir menyerah, muncul lah garis kuning di langit yang menandakan sang fajar segera menunjukkan cahayanya. Segeralah ane semangat melangkahkan kaki untuk menggapai puncak.
Kemudian.....
Camera Kang Apin
Fhoto by : Sanggahan Batu
Tepat pukul 05.34 WIB 17 Mei 2014 ane tiba dipuncak tertinggi di pulau jawa...
dan rasanya itu luar biasa gan, mengahiru biru bagaikan menonton film barat tanpa ada subtitle Indonesia dibawahnya *Gak Ngerti*.
Sedih, Bangga, Bahagia pokoknya campur aduk saat itu.
Sungguh luar biasa kuasamu ya rabb..
Sekitar 1 jam ane menikmati puncak tertinggi itu sembari menunggu si Dudung untuk naik. Tapi setelah lama menunggu si Dudung tetap saja tidak menunjukkan tanda-tanda akan tiba. Dikarenakan dingin ane memutuskan untuk turun bersama 3 orang rombongan ane juga.
Kaki Bukan Tangan
Tidak henti-henti ane kagum akan pemandangan yang ada saat itu. Indonesia memang luar biasa. Ditengah perjalanan ane mau turun, ane melihat sesosok yang rasanya ane kenal. Setelah semakin deket ternyata dia adalah..
Jreng...Jreng... Dudung alias Rizki.
Ternyata Dudung masih melanjutkan perjalanan bersama rombongan ane yang lain. Tapi, ane
tetap melanjutkan perjalanan menuju kalimati .
Perjalanan turun sebenarnya sangat mudah tapi karena capek, haus yag mendera berasa lama. Tapi disepanjang perjalanan tampak bunga edelweis menghiasi jalur.
Iya edelweis yang dikenal sebagai bunga badai itu banyak berkeliaran disini.
Ingin rasanya mencabut dan membawa sebanyak-banyaknya tu bunga untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi peraturan taman nasional yang melarang jadi niatnya diurungkan dan lagipula sebagai pendaki yang sebenarnya tidak akan merusak alam, apalagi yang bersangkutan dengan kelangsungan spesies baik itu tumbuhan atau hewan.
Setelah sekitar 4 jam perjalanan, ane pun tiba di kalimati.
“Pasti lu langsung foto2 lagi kan Yud..?”
“Gigimu tak rebus, ane langsung tidur gan. Kan pangeran capek banget. Hahaha..”
Tidak lama ane tertidur terdengar si Dudung tiba juga ditenda
tiba..tiba...
Pertarungan bauk kaos kaki berperang di tenda. Haha.. *cukup
Perjalanan turun sebenarnya sangat mudah tapi karena capek, haus yag mendera berasa lama. Tapi disepanjang perjalanan tampak bunga edelweis menghiasi jalur.
Iya edelweis yang dikenal sebagai bunga badai itu banyak berkeliaran disini.
Ingin rasanya mencabut dan membawa sebanyak-banyaknya tu bunga untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi peraturan taman nasional yang melarang jadi niatnya diurungkan dan lagipula sebagai pendaki yang sebenarnya tidak akan merusak alam, apalagi yang bersangkutan dengan kelangsungan spesies baik itu tumbuhan atau hewan.
Setelah sekitar 4 jam perjalanan, ane pun tiba di kalimati.
“Pasti lu langsung foto2 lagi kan Yud..?”
“Gigimu tak rebus, ane langsung tidur gan. Kan pangeran capek banget. Hahaha..”
Tidak lama ane tertidur terdengar si Dudung tiba juga ditenda
tiba..tiba...
Pertarungan bauk kaos kaki berperang di tenda. Haha.. *cukup
Setelah
dirasa cukup puas untuk tertidur kami diharuskan untuk bangun untuk langsung
melakukan perjalanan kembali menuju dewa shiwa berada ranu kumbolo.
Sekitar pukul 11 setalah membereskan seluruh perlengkapan kami turun.
Perjalanan pulang kami lakukan dengan santai ditemani pemandangan yang aduhai..
Sekitar 3 jam kami tiba lah di ranu kumbolo (lagi) dan pengen (lagi), ternyata rombongan yang sudah pergi duluan sudah mendirikan disana. Jadi seolah2 jadi pengeran, kami tiba langsung semuanya telah disiapkan .
Menjelang sore dengan ditemaniseember sepoci kopi panas + obrolan cantik
dipinggir danau, OAALAA..andaikan dek Dinda atau Riani ada saat itu betapa
senanganya banga zafran ini *ehh.
Menjelang malam suasanadi kota santri disaat itu bener2 buat ane merasa betah dah. Obrolan
antar negara deerah dilakukan. Soalnya kan dari berbagai macam daerah
rombongan kami, sembari memasak buat makan malam dan tidak lupa roti panggang
jadi makanan penutup kami.
Saat larut mulai datang, walaupun rasanya tidak mau kehilangan moment disaat itu dengan berjuta bintang yang menghiasi malam, Kami tetap harus istirahat. *ZZZZtttt
Sekitar pukul 11 setalah membereskan seluruh perlengkapan kami turun.
Perjalanan pulang kami lakukan dengan santai ditemani pemandangan yang aduhai..
Sekitar 3 jam kami tiba lah di ranu kumbolo (lagi) dan pengen (lagi), ternyata rombongan yang sudah pergi duluan sudah mendirikan disana. Jadi seolah2 jadi pengeran, kami tiba langsung semuanya telah disiapkan .
Menjelang sore dengan ditemani
Menjelang malam suasana
Saat larut mulai datang, walaupun rasanya tidak mau kehilangan moment disaat itu dengan berjuta bintang yang menghiasi malam, Kami tetap harus istirahat. *ZZZZtttt
SELAMAT PAGI
RANU KUMBOLO...
Pagi yang indah untuk sebuah perpisahan, berjalan mengelilingi danau jadi aktifitas yang wajib ane lakukan sebelum sarapan dan bergegas pulang.
Setelah menghabiskan waktu pagi dengan mengelilingi surga kecil itu. Kami bersiap sarapan dan langsung membereskan semua peralatan. Tapi setelah sarapan apalah daya si kumbolo tetep aja memanggil untuk tetep ditelusuri.
Saat pulang kembali ternyata tenda sudah dirubuhkan. Hahah..
Dan ternyata juga bebera kelompok kami telah melakukan perjalanan pulang, tapi ane dan si Dudung masih mau menikamti tempat itu.
Tidak beberapa lama kemudian, kami juga menyusul rombongan walaupun sebenarnya rasa untuk perpisahan meninggalkan tampat itu cukup berat.
Pagi yang indah untuk sebuah perpisahan, berjalan mengelilingi danau jadi aktifitas yang wajib ane lakukan sebelum sarapan dan bergegas pulang.
Setelah menghabiskan waktu pagi dengan mengelilingi surga kecil itu. Kami bersiap sarapan dan langsung membereskan semua peralatan. Tapi setelah sarapan apalah daya si kumbolo tetep aja memanggil untuk tetep ditelusuri.
Saat pulang kembali ternyata tenda sudah dirubuhkan. Hahah..
Dan ternyata juga bebera kelompok kami telah melakukan perjalanan pulang, tapi ane dan si Dudung masih mau menikamti tempat itu.
Tidak beberapa lama kemudian, kami juga menyusul rombongan walaupun sebenarnya rasa untuk perpisahan meninggalkan tampat itu cukup berat.
Cuma sebagian rombongan
kalimati
pemain kuda kepang yang nyasar
Daeng dari Makassar nihh
Pokoknya Ganteng
Dengan perlahan dan tidak melakukan keburu-buruan kami melakukan perjalanan itu, sambil menikmati sepanjang perjalanan yang indah. Diperjalanan kami masih saja berpapasan dengan banyak pendaki yang melakukan pendakian.
“Nih gunung bener-bener dah *cukup”
Setelah sekitar 4 jam perjalanan, Kamipun tiba di ‘Ranupani’ lagi dan langsung mencari rombongan sambil mencari makanan.
Tidak lama kemudian mobil jemputan kamipun tiba tapi kami harus berjalan kembali ke desa. Dan disana sudah menunggu truk cantik untuk mengantar kami pulang kembali ke Malang.
Cukup sekian cerita ane kali ini, terima kasih banyak buat semuanya, terutama agan Rizki.
I LOVE INDONESIA
SEE YOU NEXT TRIP










foto terakhir keren bingits..
BalasHapusjadi pengen naik gunung..
keren.... kapan nih k sana lagi?
BalasHapusditunggu kunjungan baliknya bro www.ekokurniady.com
Tika : Sekarang kan sudah resmi jd anak gunung kak. hahah..
BalasHapusMbah : Semoga bisa kesana lagi kelak mbah dan semoga bisa trip bareng nantinya kita mbah. :)