Seperti janji ane kemarin-kemarin, ane bakal lanjutin cerita ane mengenai masalah panjat memanjat di gunung dempo gan. Jangan lupa siapin kacang, popcorn, nasi beserta lauk dan bila perlu obat nyamuk cair untuk diminum. Soalnya agak panjang nih gan...
Tiba di shalter2 dan langsung jepret-jepret dikit !!
“Gila lu ndro,
narsis amat ?!!”
“kalo ditanya pertanyaan itu cukup ane jawab, 1 foto itu mewakili tak terhingganya kenangan.
kelak nanti juga agan2 nyesel dan berpikir. Kenapa saat itu kita gak mengabadikan moment ini atau itu dan akhirnya bisa nyesek..sek..sek *kunyahkrikil !! ;D
jadi menurut ane, setiap foto itu mempunyai kenangan tersendiri.”
“kalo ditanya pertanyaan itu cukup ane jawab, 1 foto itu mewakili tak terhingganya kenangan.
kelak nanti juga agan2 nyesel dan berpikir. Kenapa saat itu kita gak mengabadikan moment ini atau itu dan akhirnya bisa nyesek..sek..sek *kunyahkrikil !! ;D
jadi menurut ane, setiap foto itu mempunyai kenangan tersendiri.”
Setelah hampir setengah jam kami rest
(istirahat), kamipun melanjutkan perjalanan menuju
TOP (puncak tertinggi dari gunung dempo). Medannya pun makin menjadi-jadi
gan. Dari shelter2 lah kami menemukan dinding2 lemari yang harus kami daki,
salah sedikit melangkah fatal akibatnya. *auucchhh
Tapi untungnya di dinding2 lemari itu sudah ada tali yang dipasang oleh pendaki lain yang membantu kami untuk mempermudah pendakian. Tapi kehati-hatian tetap harus dijaga, soalnya licin brooo...!!!!!
Sering kali kami harus berhenti sejenak untuk mempersiapkan diri sebelum pendakian melewati dinding2 lemari itu dan sering juga kami bertemu dengan para pendaki yang hendak turun dari gunung. Jadi, kami harus bergantian siapa yang mau turun atau naik #BUDAYAKANANTRI.Setelah melewati beberapa dinding, masalah mulai timbul.
Tapi untungnya di dinding2 lemari itu sudah ada tali yang dipasang oleh pendaki lain yang membantu kami untuk mempermudah pendakian. Tapi kehati-hatian tetap harus dijaga, soalnya licin brooo...!!!!!
Sering kali kami harus berhenti sejenak untuk mempersiapkan diri sebelum pendakian melewati dinding2 lemari itu dan sering juga kami bertemu dengan para pendaki yang hendak turun dari gunung. Jadi, kami harus bergantian siapa yang mau turun atau naik #BUDAYAKANANTRI.Setelah melewati beberapa dinding, masalah mulai timbul.
APA ITU
.,.. !! jreng..jrengg”
KRAMM...itu dia !!
KRAMM...itu dia !!
Satu persatu dari kami mengalami kram
otot yang terjadi pada bagian betis atau paha. Untungnya kami telah mempersiapkan
counterpain sebagai obat
mujarab untuk masalah itu. Untungnya juga ane dan Janhari tidak mengalami hal
itu.
Seusai melewati para dinding yang menegangkan itu, kamipun tiba di TOP.
Seusai melewati para dinding yang menegangkan itu, kamipun tiba di TOP.
Gokilnya, disana ane ketemu sama sohib lama ane si saed, tapi dia hendak turun gunung. Jadi, kami tidak sempat melakuakn percakapan panjang. Tidak beberapa lama kabut mulai muncul. Dikhawatirkan akan hujan Kamipun menembus hutan pohon lumut, yang menurut ane luar biasa tu tempat. Kami bergegas menuju pelataran gunung dempo, tempat dimana semua pendaki bermukim sebelum melakukan perjalanan kembali meuju puncak dempo.
Ternyata gan, gunung dempo terdiri dari 2 puncak. Puncak TOP yang tadi sudah kita lewati, dan puncak merapi yang bakal kami kunjungi besok.
“BESOKK ??”
“iya besok, karna kami dan banyak orang pasti akan bermalam terlebih dahulu di pelataran. Disana tempat brupa hamparan rumput lapang dan terdapat sumber air , jadi memang tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.”
“iya besok, karna kami dan banyak orang pasti akan bermalam terlebih dahulu di pelataran. Disana tempat brupa hamparan rumput lapang dan terdapat sumber air , jadi memang tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.”
Segeralah kami mendirikan tenda dan
mempersiapkan semuanya. Tidak berapa lama kemudian, hujan deraspun datang.
Cuaca disana sangat sulit untuk diprediksi gan, jadi jangan lupa bawak jas
hujan juga.
Kamipun bergegas langsung masuk tenda dan mengamankan barang2 kami (Terlihat dan tidak). Sebelumnya kami ingin masak air tapi kami urungkan sementara gegara hujan.
Tapi si abang panggilan untuk akbar, dengan jas hujannya tetep diluar melakukan sentuhan terakhir untuk tenda dan kami di dalam tetap masak air dengan menggunakan kompor khusus membuat kopi dan mie instan untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan. Krokkk..krokkk...!! *bunyikodok perut
Kamipun bergegas langsung masuk tenda dan mengamankan barang2 kami (Terlihat dan tidak). Sebelumnya kami ingin masak air tapi kami urungkan sementara gegara hujan.
Tapi si abang panggilan untuk akbar, dengan jas hujannya tetep diluar melakukan sentuhan terakhir untuk tenda dan kami di dalam tetap masak air dengan menggunakan kompor khusus membuat kopi dan mie instan untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan. Krokkk..krokkk...!! *bunyi
Inilah rumah
kami saat diaatas gan
Tidak jauh lebih Keren dibanding ane kan gan kan
gan?!!
Langsung menghadap puncak merapinya, yang bakal kami daki besok.
Langsung menghadap puncak merapinya, yang bakal kami daki besok.
“Gan.. kami tiba dipelataran tadi pukul 14.30.
jadi, lama perjalanan kami dari rimau tadi sampai dipelataran kira-kira 6 jam
lebih.”
6 jam memang kurun waktu yang pas kalau melalui Rimau gan.
Saat sore menjelang, rencana semula kami ingin ke puncak. Menyaksikan sunset(matahari terbenam) Tapi, cuaca berkata lain. Kabut pekat datang di sore itu, jadi kami disarankan untuk tidak naik dan keinginan untuk melihat sunset mesti dibuang jauh-jauh. NYELEKIT DI ATI !!!
“Gan...Ada kejadian yang menurut ane itu keren saat kami di pelataran.”
“Kejadian itu berupa kebelet BAB !!!”
6 jam memang kurun waktu yang pas kalau melalui Rimau gan.
Saat sore menjelang, rencana semula kami ingin ke puncak. Menyaksikan sunset(matahari terbenam) Tapi, cuaca berkata lain. Kabut pekat datang di sore itu, jadi kami disarankan untuk tidak naik dan keinginan untuk melihat sunset mesti dibuang jauh-jauh. NYELEKIT DI ATI !!!
“Gan...Ada kejadian yang menurut ane itu keren saat kami di pelataran.”
“Kejadian itu berupa kebelet BAB !!!”
“ Keren
dimanya yud ?”
“ Keren lah gan (menurut ane), karena sebelum muncak ane udah mendem itu isi perut biar memang mau dikeluarin disini (pelataran) dan pada akhirnya ane dan temen ane si hamdan mencari tempat yang tepat untuk persembunyian kami brojol..loohh !!
Tempat pun ditemukan yang tidak jauh dari tenda kami berdiri dan kami pun mulai menggali dengan seonggok parang yang telah dipersiapkan. Wkwkwk...!!!
Lalu kejadian serupa juga terulang saat malam tiba, karena si abang melakukan hal hina itu juga.
HAHAHAH....!! “
“ Keren lah gan (menurut ane), karena sebelum muncak ane udah mendem itu isi perut biar memang mau dikeluarin disini (pelataran) dan pada akhirnya ane dan temen ane si hamdan mencari tempat yang tepat untuk persembunyian kami brojol..loohh !!
Tempat pun ditemukan yang tidak jauh dari tenda kami berdiri dan kami pun mulai menggali dengan seonggok parang yang telah dipersiapkan. Wkwkwk...!!!
Lalu kejadian serupa juga terulang saat malam tiba, karena si abang melakukan hal hina itu juga.
HAHAHAH....!! “
Kejadian itu menurut ane jauh lebih
keren dibandingin agan punya selingkuhan banyak dan operasi plastik di Korea. Karena
BAB di ketinggian 3159 MDPL itu banyak orang ngak bisa melakukannya gan.
Hahaha... !!! *ketawasinis
Malampun tiba dan cuaca dingin makin menusuk-nusuk seakan agan dikutuk jomblo seumur hidup, “GAK NYAMBUNG NDENG” !!! hahha....
Kami mencoba menghangatkan diri dengan membuat api, tapinya nyatanya gagal. Dikarenakan tadi sore ujan jadi ranting yang ada menjadi basah dan kami ngak membawa bensin/minyak lampu untuk mempercepat pembakaran. Sempat terbesit dipikiran untuk meledakan tabung gas kecil yang kami bawak untuk kompor kami, tapi niatmulia
itu kami gugurkan di benak. ^,^
Untungnya kami sudah mempersiapkan semunya berupa jaket tebal dan melakukan pelukan hangat antar sesama lelaki, semoga saja gak ada yang menggangap lebih dimalam itu. HAHAHA...!!
Sembari memecah dingin kami juga memainkan kartu remi yang sudah dipersiapkan.
Disaat udara sudah mulai terbiasa dibadan, ane pun mencoba keluar untuk melihat situasi diluar, dan ternyata, AMAZING GANN..!!!!!
Malampun tiba dan cuaca dingin makin menusuk-nusuk seakan agan dikutuk jomblo seumur hidup, “GAK NYAMBUNG NDENG” !!! hahha....
Kami mencoba menghangatkan diri dengan membuat api, tapinya nyatanya gagal. Dikarenakan tadi sore ujan jadi ranting yang ada menjadi basah dan kami ngak membawa bensin/minyak lampu untuk mempercepat pembakaran. Sempat terbesit dipikiran untuk meledakan tabung gas kecil yang kami bawak untuk kompor kami, tapi niat
Untungnya kami sudah mempersiapkan semunya berupa jaket tebal dan melakukan pelukan hangat antar sesama lelaki, semoga saja gak ada yang menggangap lebih dimalam itu. HAHAHA...!!
Sembari memecah dingin kami juga memainkan kartu remi yang sudah dipersiapkan.
Disaat udara sudah mulai terbiasa dibadan, ane pun mencoba keluar untuk melihat situasi diluar, dan ternyata, AMAZING GANN..!!!!!
“Ada apa yud
?”
“Selama ane hidup didunia dan banyak tempat yang pernah ane kunjungi, baru disini dan saat itu ane menyaksikan keindahan kecil yang dikasih tuhan berupa hiasan langit malam.
YAHH... Malam itu langit penuh dihiasi oleh gugusan bintang yang membuat ane takjub, belum pernah ane menyaksikan gugusan seperti itu dan seindah itu ditempat lain. SUBHANALLAH !!”
“Selama ane hidup didunia dan banyak tempat yang pernah ane kunjungi, baru disini dan saat itu ane menyaksikan keindahan kecil yang dikasih tuhan berupa hiasan langit malam.
YAHH... Malam itu langit penuh dihiasi oleh gugusan bintang yang membuat ane takjub, belum pernah ane menyaksikan gugusan seperti itu dan seindah itu ditempat lain. SUBHANALLAH !!”
Dingin ngak
terasa lagi saat melihat itu bintang-bintang. Malam itu ane menerapkan salah
satu cuplikan di film thailand ‘a crazy
little thing called love’.
Siapa yang tahu itu film, ane julukin anak gaul beneran dah !! HAHAH....
Jadi difilm itu salah satu hal untuk menggapai cinta seseorang menurut buku yang mereka baca, kita tulis nama ‘someone spesial’ di antara bintang. Jadi, iseng-iseng berhadiah tanpa bermaksud MUSYRIK ane lakuin deh.
Siapa yang tahu itu film, ane julukin anak gaul beneran dah !! HAHAH....
Jadi difilm itu salah satu hal untuk menggapai cinta seseorang menurut buku yang mereka baca, kita tulis nama ‘someone spesial’ di antara bintang. Jadi, iseng-iseng berhadiah tanpa bermaksud MUSYRIK ane lakuin deh.
“Jadi,
nama siapa yud yang lu tulis?”
“yang jelas bukan nama emak lu, tante lu, bude lu atau nenek lu gan sekian” *PIECE
Cukup ane dan tuhan yang tahu #korbanjomblo (0.o) !!!”
“yang jelas bukan nama emak lu, tante lu, bude lu atau nenek lu gan sekian” *PIECE
Cukup ane dan tuhan yang tahu #korbanjomblo (0.o) !!!”
Malam itu
sayangnyai tu bintang kagak bisa ane abadikan lewat foto gan. Dikarenakan kami
Cuma pakek kamera digital biasa jadi kagak mampu nangkep itu bintang. Hal hasil
foto diri sendiri dahhh....
Ada
cerita menarik dari temen ane si Zol saat di atas !
Dikarenakan dia dijadwalkan Kompre (ujian skripsi) untuk minggu2 itu. Si Zol pun membawa materi yang buat dia bisa belajar saat digunung, salut dah ane !!! Sipp
Saat malem mulai ingin melarut kamipun memperispkan diri untuk tidur, tapi menurut ane ini tidur secepat ini kurang bagus gan. Soalnya kita lagi melakukan aktivitas yang bnyak orang belum tentu bisa melukannya. Kok..tidur dipercepat, hal hasil dengan modal kagak bisa tidur kamipun melakukan obrolan antar lelaki malam itu sampai larut. Auuuuuuu.....*srigalangawur
Dikarenakan dia dijadwalkan Kompre (ujian skripsi) untuk minggu2 itu. Si Zol pun membawa materi yang buat dia bisa belajar saat digunung, salut dah ane !!! Sipp
Saat malem mulai ingin melarut kamipun memperispkan diri untuk tidur, tapi menurut ane ini tidur secepat ini kurang bagus gan. Soalnya kita lagi melakukan aktivitas yang bnyak orang belum tentu bisa melukannya. Kok..tidur dipercepat, hal hasil dengan modal kagak bisa tidur kamipun melakukan obrolan antar lelaki malam itu sampai larut. Auuuuuuu.....*srigalangawur
“Obrolan
apa yud ?”
“Anu, Ini, Itu, Sekian !!!
“*jleb..jleb..!!!
“Anu, Ini, Itu, Sekian !!!
“*jleb..jleb..!!!
Setelah cukup larut kamipun memaksakan untuk
tidur dikarenakan kami harus menyiapkan fisik untuk kembali melakukan pendakian
puncak dan kembali turun gunung.
Saat pagi menjelang, rencananya kami ingin muncak ba’da subuh sekalian ngeliat sunrise (matahari terbit). Tapi apalah daya, rasa kantuk tidak mampu dikalahkan oleh apapun dan sunrisepun terlewatkan. Kamipun mulai mempersiapkan semunya pukul 6 lewat, tidak lupa kami mengisi perut terlebih dahulu. Saat pukul 7 lewat, kami barulah mulai bersiap untuk muncak.
Semua peralatan kami tinggal di tenda, karena tidak mungkin membawa itu semua .
Saat pagi menjelang, rencananya kami ingin muncak ba’da subuh sekalian ngeliat sunrise (matahari terbit). Tapi apalah daya, rasa kantuk tidak mampu dikalahkan oleh apapun dan sunrisepun terlewatkan. Kamipun mulai mempersiapkan semunya pukul 6 lewat, tidak lupa kami mengisi perut terlebih dahulu. Saat pukul 7 lewat, kami barulah mulai bersiap untuk muncak.
Semua peralatan kami tinggal di tenda, karena tidak mungkin membawa itu semua .
“Apa
gak takut ilang ya yud ?”
“Tenang, disini menurut kabar yang ane denger, Barang kita bakalan aman kok ditinggal ditenda. Kalaupun ada orang yang jahil , yang lain percaya orang yang melakukan hal itu akan dijahilin juga oleh makluk lain (setan) penunggu gunung. So, keep calm gan .”
“Tenang, disini menurut kabar yang ane denger, Barang kita bakalan aman kok ditinggal ditenda. Kalaupun ada orang yang jahil , yang lain percaya orang yang melakukan hal itu akan dijahilin juga oleh makluk lain (setan) penunggu gunung. So, keep calm gan .”
Perjalananpun kami lakukan, kami harus
menembus hutan pohon panjang umur, yang banyak dibawak jadi buah tangan bagi
para pendaki disini.
“Ngak
bawak edelweis ?”
“Ternyata di gunung dempo, untuk menemukan bunga edelweis sudah sangat jarang . Soalnya dulu banyak pendaki yang membawa itu bunga dalam jumlah yang banyak. Jadi, populasi bunga edelweis sudah sangat jarang ditemukan. Kalaupun mau, harus masuk hutan yang jarang dijamah atau dilewati pendaki dab itu bisa dibilang berbahaya.”
“Ternyata di gunung dempo, untuk menemukan bunga edelweis sudah sangat jarang . Soalnya dulu banyak pendaki yang membawa itu bunga dalam jumlah yang banyak. Jadi, populasi bunga edelweis sudah sangat jarang ditemukan. Kalaupun mau, harus masuk hutan yang jarang dijamah atau dilewati pendaki dab itu bisa dibilang berbahaya.”
Perjalanan menuju puncak dihiasi dengan pasir
dan bebatuan yang mudah tergelincir, jadi kita harus berhati-hati untuk melakukan
pendakian. Dikarenakan gelinciran batu kita ditakutkan terkena pendaki lain yang
ada dibawah kita.
Kurang lebih setengah jam berjalan yang cukup melelahkan, ane dan janhari tiba terlebih dahulu dipuncak disusul oleh hamdan, zul dan abang.
Setibanya disana, SUBHANALLAH berkali-kali itu lah yang bisa diucapin ngeliat ini !!
Kurang lebih setengah jam berjalan yang cukup melelahkan, ane dan janhari tiba terlebih dahulu dipuncak disusul oleh hamdan, zul dan abang.
Setibanya disana, SUBHANALLAH berkali-kali itu lah yang bisa diucapin ngeliat ini !!
AMAZING...!
AWESOME..!
BEAUTIFUL...!
SUBHANALLAH..!
Bingung mau ngungkapin dengan kata apalagi yang harus dinyatain pas dipuncak kemarin, itu luar biasa mamenn. ...
Pantes omongan yang ane denger dari banyak orang, kalo kita udah pernah sekali melakukan pendakian. Hasrat pengen lagi itu jauh lebih besar nantinya.
Semua lelah dan perasaan yang tercapur aduk’ TERBAYAR’ saat kita udah ada dipuncak. Kita makin sadar betapa kecilnya kita di dunia ini dan kita harus pandai bersyukur dalam nikmat tuhan berupa alam Indonesia yang begitu indah. Kalu agan yang ngak kuat mungkin bakal nangis kalo udah dipuncak ntar, untungnya ane hampir nangis. Gak nangis lohh, cuman agak terharu dikittt...
AWESOME..!
BEAUTIFUL...!
SUBHANALLAH..!
Bingung mau ngungkapin dengan kata apalagi yang harus dinyatain pas dipuncak kemarin, itu luar biasa mamenn. ...
Pantes omongan yang ane denger dari banyak orang, kalo kita udah pernah sekali melakukan pendakian. Hasrat pengen lagi itu jauh lebih besar nantinya.
Semua lelah dan perasaan yang tercapur aduk’ TERBAYAR’ saat kita udah ada dipuncak. Kita makin sadar betapa kecilnya kita di dunia ini dan kita harus pandai bersyukur dalam nikmat tuhan berupa alam Indonesia yang begitu indah. Kalu agan yang ngak kuat mungkin bakal nangis kalo udah dipuncak ntar, untungnya ane hampir nangis. Gak nangis lohh, cuman agak terharu dikittt...
Pokoknya agan gak bakal nyesel kalo udah muncak (dempo khususnya) termasuk ane. Seusai foto-foto dan menikmati alam yang luar biasa ini, setengah jam kemudian kami beranjak turun kembali ke palataran untuk beres-beres dan turun gunung.
Tapi ane gak mau terburu2 turun ke palataran. Sengaja ane pelan-pelanin tu jalan dan ane sempet berpikir pura-pura terkilir untuk melamakan moment disitu, tapi niat baik ane itu ane urungkan, karna ane gak mau kualat nantinya. Heheh...
Setelah kembali ke tenda, kami langsung bergegas untuk membongkar semunya dan packing ulang barang-barang. Kira-kira pukul 10 kami siap untuk melakukan perjalanan kembali. kami lakukan doa terlebih dahulu untuk melancarkan perjalanan kami nanti. Tidak lupa juga kami pamitan dengan para pendaki lain.
“Dengan cara
gimana yud, salamin atu-atu ? makan waktu dong !!”
“Tunggu sabar gan, ngak segitunya juga. Kita mah cukup jerit sekuat tenaga sambil bilang Kita pamit yah kawan, ASSALAMMUALAIKUM WR. WB. Pasti nanti semua orang bakal nyaut salam kita. “
“oooo..gitu aja, keren juga yud !!”
“Tunggu sabar gan, ngak segitunya juga. Kita mah cukup jerit sekuat tenaga sambil bilang Kita pamit yah kawan, ASSALAMMUALAIKUM WR. WB. Pasti nanti semua orang bakal nyaut salam kita. “
“oooo..gitu aja, keren juga yud !!”
Berbeda dari pendakian kami lewat jalur rimau, untuk turun kami putuskan untuk
melawai jalur kampung4. Hitung-hitung biar tahu semua dah jalan menuju puncak,
jadi kalau kesini lagi dalam bentuk formasi yang berbeda kita gak kolot amat
dilihat orang.
Ntar takutnya ditanya,
“Kita lewat mana yud, jadi lu gak tw jalur kampung4??
Padahalkan lu udah pernah naik gunung dempo! Padahalkan lu ganteng, baik hati, alim lagi kok gak tw sih !” *asli mulai ngawur*.”
Balik ke turun gunung, Sebelum turun kami sempat mampir ke TOP lagi. Gimana gak mampir sih, disanalah persimpangan jalurnya WKWKW...!!!
Mulai melewati hutan lumut kembali yang ajibb. Beda dari jalur rimau kemarin, Jalur kampung4 jauh lebih licin dan becekdan gak ada ojeknya juga. Jadi
kita dituntut lebih waspada, mungkin karena selepas hujan tadi subuh jadi jalanan
kayak gini. Jalur ini juga lebih rimbun, karna ditutupi pohon-pohon besar.
Diluar prediksi juga, kami kira turun akan jauh lebih muda dibandingkan naik, Tapi nyatanya sama saja.
Sepinya jalan saat turun ini, dugaan pertama !
Karena belum ketemu sama pendaki yang lain ditambah rintihan lagu galau dari hp teman ane yang saat pendakian full diputerin yang buat rame. Turun kali ini dia gak muterin jadi tambahlah kesepian itu berlanjut, hanya suara kicauan burung yang terdengar .
Disela-sela perjalanan kami menemukan spot yang view pemandangannya keren lohh gan!!
Ntar takutnya ditanya,
“Kita lewat mana yud, jadi lu gak tw jalur kampung4??
Padahalkan lu udah pernah naik gunung dempo! Padahalkan lu ganteng, baik hati, alim lagi kok gak tw sih !” *asli mulai ngawur*.”
Balik ke turun gunung, Sebelum turun kami sempat mampir ke TOP lagi. Gimana gak mampir sih, disanalah persimpangan jalurnya WKWKW...!!!
Mulai melewati hutan lumut kembali yang ajibb. Beda dari jalur rimau kemarin, Jalur kampung4 jauh lebih licin dan becek
Sepinya jalan saat turun ini, dugaan pertama !
Karena belum ketemu sama pendaki yang lain ditambah rintihan lagu galau dari hp teman ane yang saat pendakian full diputerin yang buat rame. Turun kali ini dia gak muterin jadi tambahlah kesepian itu berlanjut, hanya suara kicauan burung yang terdengar .
Disela-sela perjalanan kami menemukan spot yang view pemandangannya keren lohh gan!!
Berasa diatas
awan beneran deh ane waktu itu. Rasanya ane mau panggil tu awan kinton buat
ngangkut kami kebawah, tapi apalah daya. Ane bukanlah songoku yang mempunyai
awan kinton. Ane cuman makluk biasa yang gantenganya luar biasa yang punya hati
untuk satu orang wanita kelak dan punya impian ingin membahagiakan orang
banyak.
So sweetkan !!!
“ALAY yud HAAHAHA.....”
Yang ijo-ijo agan liat itu bukan sawah loh, melainkan hamparan kebun teh yang sebelumnya ane kira kebun teh itu udah diatas gunung dan ternyata masih didaerah kaki gunung dempo. Tapi itu keyeeeennnnnn....!!!
Setelah kira-kira 1 jam lebih kami bertemu dengan yang namanya shelter2, disana juga bertemu dengan pendaki lain. Tidak berlama-lama, cukup mengambil air dan menguyah beberapa makanan. Kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan menuju shelter1.
Jalurpun makin menjadi-jadi, dari sebelumnya cuman genangan ini berupa kubangan.
Dari sebelumnya takut-takut menginjakan kaki untuk memilih yang ngak terlalu becek, kali ini semuanya di masukkan. Kagak peduli kalo ada pacet atau sanak saudaranya yang ada disana, yang penteng cepet nyampeh dahh.
Sesekali kami nge-rest untuk mengsisi energi kembali biar tidak down nantinya.
Kami juga harus memperhatikan pegangan kami gan, karena banyak akar yang berduri jadi harus extra hati-hati.
Dinding lemari juga kami temukan , tapi kali ini harus diturunin bukan dipanjat. Lebih hebat lagi dinding ini tidak dilengkapi tali jadi harus melewatinya melalui akar pohon yang ada dengan extra hati-hati tentunya.
Ane sempet pikir gimana mau naik lewat ini, kalo gak ada tali kayak gini ?!!
Tapi pertanyaan ane itu sirnah karena harus melanjutkan perjalanan.
Setelah 3 jam perjalanan dari shelter2 kamipun tiba di shelter1. Disana lah kami membuka peralatan kembali, karena disana kami masak air untuk menyeduh popmie untuk mengisi perut.
So sweetkan !!!
“ALAY yud HAAHAHA.....”
Yang ijo-ijo agan liat itu bukan sawah loh, melainkan hamparan kebun teh yang sebelumnya ane kira kebun teh itu udah diatas gunung dan ternyata masih didaerah kaki gunung dempo. Tapi itu keyeeeennnnnn....!!!
Setelah kira-kira 1 jam lebih kami bertemu dengan yang namanya shelter2, disana juga bertemu dengan pendaki lain. Tidak berlama-lama, cukup mengambil air dan menguyah beberapa makanan. Kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan menuju shelter1.
Jalurpun makin menjadi-jadi, dari sebelumnya cuman genangan ini berupa kubangan.
Dari sebelumnya takut-takut menginjakan kaki untuk memilih yang ngak terlalu becek, kali ini semuanya di masukkan. Kagak peduli kalo ada pacet atau sanak saudaranya yang ada disana, yang penteng cepet nyampeh dahh.
Sesekali kami nge-rest untuk mengsisi energi kembali biar tidak down nantinya.
Kami juga harus memperhatikan pegangan kami gan, karena banyak akar yang berduri jadi harus extra hati-hati.
Dinding lemari juga kami temukan , tapi kali ini harus diturunin bukan dipanjat. Lebih hebat lagi dinding ini tidak dilengkapi tali jadi harus melewatinya melalui akar pohon yang ada dengan extra hati-hati tentunya.
Ane sempet pikir gimana mau naik lewat ini, kalo gak ada tali kayak gini ?!!
Tapi pertanyaan ane itu sirnah karena harus melanjutkan perjalanan.
Setelah 3 jam perjalanan dari shelter2 kamipun tiba di shelter1. Disana lah kami membuka peralatan kembali, karena disana kami masak air untuk menyeduh popmie untuk mengisi perut.
Kami juga
mengisi persedian air di mata air terdekat,
namun air yang didapat tidak sejernih sebelumnya. Airnya sedikit keruh,
tapi mau gak mau yah harus diminum dong.
mungkin warna kuning itu sumber vitamin baru bagi kita hahaha...!!
Disana juga kami berpapasan dengan pendaki lain yang melakukan istirahat. Kami saling bertukar logistic berupa minum atau makanan ringan untuk saling mengisi tenaga satu sama lain.
Kurang lebih setengah jam beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Dikabarkan jalur yang akan kami lalui setelah shelter1 dikenal dengan jalur tikus,
“Apakah banyak tikus ??” Ataukah banyak cabe-cabean disana?!” hahahaha.. !!!
Ternyata bener gan, jalur sempit yang muat untuk 1 orang dan ditengah jalur terdapat lobang track yang muat untuk seekor tikus/cabe2an. Tapi lebih cocok
untuk jalur balapan mobil tamiya gan, tinggal di cor aja tu jalan !! hahahhah....
*Minta anggaran ke pemerintah*
Tiba-tiba disitu leader kami Janhari meninggalkan kami jauh di depan. Dia melaju cepat di depan, ntah apa yang sebenarnya dikejarnya. Mungkin dia melihat sosok gadis hutan dan mengejar gadis itu *Jomblo stadium4*.
Sedangkan kami yang semua pemula harus bergelut dengan jalur yang menyulitkan. Ditambah lagi kanan kiri jalur dipenuhi semak belukar jadi kami harus lebih extra hati-hati. Tapi menurut ane semua itu kerenn... dan itu pengalaman berharga !!
Sayangnya hal itu gak ada yang diabadikan gan, karna faktor kelelahan dan ogah untuk mengeluarkan kamera di tas.
Tidak lama kemudian didepan ternyata si Janhari menunggu kami, dengan muka lelahnya dia langsung mengajak untuk lebih cepat karna sebentar lagi tiba di ‘Pintu Rimba’, ‘ujarnya’. Dengan rasa lelah kamipun terus melangkah berharap cepat sampai disana dan tidak beberapa lama kamipun tiba di ‘Pintu Rimba’.
mungkin warna kuning itu sumber vitamin baru bagi kita hahaha...!!
Disana juga kami berpapasan dengan pendaki lain yang melakukan istirahat. Kami saling bertukar logistic berupa minum atau makanan ringan untuk saling mengisi tenaga satu sama lain.
Kurang lebih setengah jam beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Dikabarkan jalur yang akan kami lalui setelah shelter1 dikenal dengan jalur tikus,
“Apakah banyak tikus ??” Ataukah banyak cabe-cabean disana?!” hahahaha.. !!!
Ternyata bener gan, jalur sempit yang muat untuk 1 orang dan ditengah jalur terdapat lobang track yang muat untuk seekor tikus
Tiba-tiba disitu leader kami Janhari meninggalkan kami jauh di depan. Dia melaju cepat di depan, ntah apa yang sebenarnya dikejarnya. Mungkin dia melihat sosok gadis hutan dan mengejar gadis itu *Jomblo stadium4*.
Sedangkan kami yang semua pemula harus bergelut dengan jalur yang menyulitkan. Ditambah lagi kanan kiri jalur dipenuhi semak belukar jadi kami harus lebih extra hati-hati. Tapi menurut ane semua itu kerenn... dan itu pengalaman berharga !!
Sayangnya hal itu gak ada yang diabadikan gan, karna faktor kelelahan dan ogah untuk mengeluarkan kamera di tas.
Tidak lama kemudian didepan ternyata si Janhari menunggu kami, dengan muka lelahnya dia langsung mengajak untuk lebih cepat karna sebentar lagi tiba di ‘Pintu Rimba’, ‘ujarnya’. Dengan rasa lelah kamipun terus melangkah berharap cepat sampai disana dan tidak beberapa lama kamipun tiba di ‘Pintu Rimba’.
“oohh...berupa
papan petunjuk yah ! Terus kampung4nya mana ?”
“ iyap, bener gan. ! Ntar gan, perjalanan masih berlanjut (ternyata).”
“ iyap, bener gan. ! Ntar gan, perjalanan masih berlanjut (ternyata).”
Seusai
istirahat yang cukup di pintu rimba. Kami harus lanjutkan perjalanan menembus
hutan untuk melihat view keren (katanya). Berupa hamparan kebun teh, kalo kita
udah lihat kebun teh, otomatis kampung4 sebentar lagi dan pulang !! (lagi-lagi
katanya)
Capek memang boleh merasuki kami, tapi kalo masalah foto tetep nomor satu gan.
Ini posisi saat kami baru keluar hutan dan langsung dihadapkan dengan pemandangan kebon teh yang terhampar luas. Sebenernya itu lagi pada sibuk ngoles counterpain pada bagian udah pada terasa pegal.
Gak berapa lama kemudian kami lanjutkan perjalanan karena waktu itu waktu sudah menunjukan pukul 4 sore dan kami harus mengejar malam dan jemputan kami.
Langsung lah kami menembus jalan setapak dan hamparan kebun untuk mempercepat waktu. Tapi kali ini jalannya tidak sesulit sebelumnya, ditambah kanan kiri terhampar pemandangan yang luar biasa indahnya.
Sebelum tiba di kampung4 ane disamperi salah seorang pendaki yang mengaku seorang Milanisti yang bernama Sabil, si Sabil seorang penggemar acmilan seperti ane juga. Kamipun melakukan percakapan mengenai tim kesayangan kami dan tak terasa tibalah kami di kampung4.
Setibanya disana kami langsung membasuh badan sekalian baju kami yang penuh dengan lumpur. Namun tiba-tiba hujan deras datang dengan mendadak.
Kamipun langsung berteduh di salah 1 warung yang merupakan tempat para pendaki bernaung untuk istirahat bahkan bermalam.
Kamipun beristirahat disana juga seperti para pendaki lain sambil menunggu hujan redah. Sayangnya disana tak tampak seorang wanita yang mampu mencuci pandangan dan mengusir lelah, hanya seorang bibik-bibik penjual nasi goreng dan makanan lainya yang mampu terlihat dan itu tak mampu mengobati rasa lelah. -,-“ WKWKWKWK...
Berita burukpun terdengar yang sebenarnya sudah tahu tapi tidak ingin diberitahu sebelumnya !!!!!
“Apa yud ?”
“Jadi gini, perjanjian awal sama bapak dari mbak eti. kami akan dijemput di kampung2 karena mobil angkot beliau tidak bisa melewati jalur menuju kampung4. Ane kira itu bisa saja berubah dengan kondisi kami yang sudah diberi tahu sangat lelah. Tapi apalah daya perjanjian tetap dijunjung tinggi. Kami diharuskan berjalan kembali sampai ke kampung2 untuk menemui jemputan kami walaupun kondisi sudah sangat lelah.”
“Apa kabar pendaki lain ?”
“Ternyata hanya kami yang melakukan perjalanan lagi, sedangkan pendaki lain menunggu truk penggangkut teh yang sudah dihubungi untuk mengantar mereka ke kampung2.”
“Nah..Kok kalian gak gabung sama mereka aja ?”
“Inginnya begitu, tapi ternyata ada uang kontribusi tambahan untuk mengikuti truk itu dan Kami dengan kondisi uang yang paspasan gak bisa ikut dalam perjalanan itu”
“Jadi gini, perjanjian awal sama bapak dari mbak eti. kami akan dijemput di kampung2 karena mobil angkot beliau tidak bisa melewati jalur menuju kampung4. Ane kira itu bisa saja berubah dengan kondisi kami yang sudah diberi tahu sangat lelah. Tapi apalah daya perjanjian tetap dijunjung tinggi. Kami diharuskan berjalan kembali sampai ke kampung2 untuk menemui jemputan kami walaupun kondisi sudah sangat lelah.”
“Apa kabar pendaki lain ?”
“Ternyata hanya kami yang melakukan perjalanan lagi, sedangkan pendaki lain menunggu truk penggangkut teh yang sudah dihubungi untuk mengantar mereka ke kampung2.”
“Nah..Kok kalian gak gabung sama mereka aja ?”
“Inginnya begitu, tapi ternyata ada uang kontribusi tambahan untuk mengikuti truk itu dan Kami dengan kondisi uang yang paspasan gak bisa ikut dalam perjalanan itu”
Setelah
hujan redah dan bersiap berjalan masalah muncul kembali. Tiba-tiba lutut ane
sulit digerakan dan semua badan beras pegal semua, mungkin dampak cuaca dingin
dan ketahanan tubuh sudah berkurang. Tapi untuk mengejar waktu, anepun harus
memaksakan diri untuk tetap berjalan.
Dengan bermodal petunjuk dari seorang Bapak jalan mana yang mengarah ke kampung2. Kamipun mulai berjalan kembali dengan jalan tertatih anepun makin merasakan sakitnya lutut ane.
Diperjalanan kami mengharapkan dapat melihat sunset, tapi dilihat dari cuaca yang ada sangat tidak mendukung. Kami harus kembali menembus kebun teh, sesekali harus menyebrangi sungai kecil. Setalah hampir 1 jam dan saat maghrib sudah menjelang, kamipun melihat sebuah perkampungan yang diharapkan itu merupakan kampung2. Kami takutkan itu baru kampung3 gan, soalnya belum ada kampung yang kami lewati sesudah kampung4.
Setelah bertanya dengan seorang bapak, “Bapak ini kampung2 yah ?”,”ujar hamdan”.
Bapak menjawab, “Iya bener dek, mau mampir dulu untuk minum sebentar.”
Ane terkejut, hebat nih bapak langsung nawari untuk silaturahmi kerumahnya. Coba aja, dikota banyak orang kayak bapak itu,tentram dah.
Saat kami tiba di kampung2 kondisi sudah maghrib dan mbak eti mengajak ketemuan di SDN 71 Pagar Alam. Letak sekolah itu harus melewati banyak anak tangga. Sesekali ane hampir terjatuh akibat licinnya tangga dan menahan sakitnya dengkul ane gan.
Setelah sampai di sekolah tersebut, ternyata eh ternyata mbak eti dan bapaknya gak ada ditempat. Mereka lagi ada di masjid yang sudah kami lewati sebelumnya dengan terpaksa kami harus kembali ke masjid ditempat mereka berada.
Setelah menuruni anak tangga kembali, kami tiba di masjid tersebut dan kami akhirnya bertemu dengan Bapak mbak eti dan mobilnya.
Betapa bahagianya melihat tu mobil, ane bergegas untuk menaiki tu mobil sembari menunggu mbak eti yang sedang solat maghrib.
Akhirnya, Bapakpun mulai menghidupkan mobilnya yang segera mengantarkan kami kerumahnya. Tapi ternyata mobil mengarah jalan yang lain jreng..jreng !!!
Dengan bermodal petunjuk dari seorang Bapak jalan mana yang mengarah ke kampung2. Kamipun mulai berjalan kembali dengan jalan tertatih anepun makin merasakan sakitnya lutut ane.
Diperjalanan kami mengharapkan dapat melihat sunset, tapi dilihat dari cuaca yang ada sangat tidak mendukung. Kami harus kembali menembus kebun teh, sesekali harus menyebrangi sungai kecil. Setalah hampir 1 jam dan saat maghrib sudah menjelang, kamipun melihat sebuah perkampungan yang diharapkan itu merupakan kampung2. Kami takutkan itu baru kampung3 gan, soalnya belum ada kampung yang kami lewati sesudah kampung4.
Setelah bertanya dengan seorang bapak, “Bapak ini kampung2 yah ?”,”ujar hamdan”.
Bapak menjawab, “Iya bener dek, mau mampir dulu untuk minum sebentar.”
Ane terkejut, hebat nih bapak langsung nawari untuk silaturahmi kerumahnya. Coba aja, dikota banyak orang kayak bapak itu,tentram dah.
Saat kami tiba di kampung2 kondisi sudah maghrib dan mbak eti mengajak ketemuan di SDN 71 Pagar Alam. Letak sekolah itu harus melewati banyak anak tangga. Sesekali ane hampir terjatuh akibat licinnya tangga dan menahan sakitnya dengkul ane gan.
Setelah sampai di sekolah tersebut, ternyata eh ternyata mbak eti dan bapaknya gak ada ditempat. Mereka lagi ada di masjid yang sudah kami lewati sebelumnya dengan terpaksa kami harus kembali ke masjid ditempat mereka berada.
Setelah menuruni anak tangga kembali, kami tiba di masjid tersebut dan kami akhirnya bertemu dengan Bapak mbak eti dan mobilnya.
Betapa bahagianya melihat tu mobil, ane bergegas untuk menaiki tu mobil sembari menunggu mbak eti yang sedang solat maghrib.
Akhirnya, Bapakpun mulai menghidupkan mobilnya yang segera mengantarkan kami kerumahnya. Tapi ternyata mobil mengarah jalan yang lain jreng..jreng !!!
“Kalian mau
diculik kali yud ?”
“enak aja lu, kami diajak kerumah adik kandung dari mbak eti yang berada di gunung kare.”
“Ngapain?”
“Kepo juga yah lama-lama! Hahah...
Ternyata mbak eti sudah mempersiapkan makan malam untuk kami disana,.”
“enak aja lu, kami diajak kerumah adik kandung dari mbak eti yang berada di gunung kare.”
“Ngapain?”
“Kepo juga yah lama-lama! Hahah...
Ternyata mbak eti sudah mempersiapkan makan malam untuk kami disana,.”
Sebenarnya
kami gak enak dengan beliau, dikarenakan beliau bukan siapa-siapa dari kami.
Beliau hanya kenalan dari Janhari saat mereka melakukan pendakian dempo sebelumnya.
Tapi, mbak eti bilang, gak papa kok. Saya tahu bagaimana kondisi yang pernah
kalian alami, kita sama2 pecinta alam jadi jangan sungkan satu sama lain.”
Baik bener yah !!
Setibanya dirumah adik kandung dari mbak eti, kami langsung disuguhin minuman hangat untuk memecah kedinginan yang sedang terjadi.
Tidak lama kemudian munculah beberapa hal yang ditunggu-tunggu.
Yaitu berupa Nasi dan kawan-kawin mulai mendekati kami. Setelah menunggu Bapak, dimulailah pertarungan, kami pun ikut terjun perang untuk mencoba menghabiskan segala musuh-musuh yang ada.
Tapi kami kalah banyak, Kami kalah dalam pertempuran itu dan tidak mampu mengalahkan semuanya. Dengan berat hati kami meminta maaf dengan mbak eti atas kelancangan kami yang tidak bisa menghabiskan semuanya. HEHEHEH....!!! #MukaKenyang
Setelah membereskan semua hasil pertarungan kami tadi, kamipun segera kembali ke mobil untuk menuju rumah mbak Eti. Dijalan tampak terlihat kota Pagar Alam yang begitu indah terlihat dari atas ditambah cuaca yang bagus jadi semua lampu terlihat indah terlihat.
Tidak beberapa lama kemudian tidak terasa kami tiba dirumah mba Eti kembali. Bergegaslah kami untuk membasuh badan (tidak mandi) dan istirahat sejenak sebelum pulang.
Baik bener yah !!
Setibanya dirumah adik kandung dari mbak eti, kami langsung disuguhin minuman hangat untuk memecah kedinginan yang sedang terjadi.
Tidak lama kemudian munculah beberapa hal yang ditunggu-tunggu.
Yaitu berupa Nasi dan kawan-kawin mulai mendekati kami. Setelah menunggu Bapak, dimulailah pertarungan, kami pun ikut terjun perang untuk mencoba menghabiskan segala musuh-musuh yang ada.
Tapi kami kalah banyak, Kami kalah dalam pertempuran itu dan tidak mampu mengalahkan semuanya. Dengan berat hati kami meminta maaf dengan mbak eti atas kelancangan kami yang tidak bisa menghabiskan semuanya. HEHEHEH....!!! #MukaKenyang
Setelah membereskan semua hasil pertarungan kami tadi, kamipun segera kembali ke mobil untuk menuju rumah mbak Eti. Dijalan tampak terlihat kota Pagar Alam yang begitu indah terlihat dari atas ditambah cuaca yang bagus jadi semua lampu terlihat indah terlihat.
Tidak beberapa lama kemudian tidak terasa kami tiba dirumah mba Eti kembali. Bergegaslah kami untuk membasuh badan (tidak mandi) dan istirahat sejenak sebelum pulang.
“kok kalian kayak
terburu-buru gitu yud ?”
“Yah gan, soalnya kami sudah memesan tiket untuk kembali pulang ke palembang untuk keberangkatan jam 10 malam.”
“Yah gan, soalnya kami sudah memesan tiket untuk kembali pulang ke palembang untuk keberangkatan jam 10 malam.”
Kamipun melakukan packing ulang untuk
mengecek segala peralatan yang ada sembari ngobrol-ngobrol singkat pengalaman kami
selama diatas kepada mbak Eti. Usut punya usut info terlambat dari mbak Eti ternyata
saat di pelataran, terdapat sebuah sumber mata air yang bagus dan kami (Hamdan,
Ane, Abang dan Zol) tidak tahu. Sedangkan si janhari tahu dan tidak memberi
tahu kami, Asem tu orang !!!!
Tapi biarlah, mungkin kelak kami akan kembali lagi untuk mengunjungi tempat itu. Amin
Setelah persiapan usai, yang lain berusaha untuk mencari buah alvokat untuk jadi buah tangan di Palembang . Seusai membeli oleh-oleh yang tidak jauh dari rumah, ternyata mobil kami sudah datang. Dikarenakan rumah mbak Eti ngak jauh dari loket, jadi kami tidak terlalu khawatir akan ketinggalan mobil.
Sekitar pukul 10 malam lebih kami memasukan barang-barang ke mobil. Tidak lupa kami pamit kepada kluarga dari mbak Eti yang sudah menjamu kami selama disana dengan sangat istimewa.
Tapi biarlah, mungkin kelak kami akan kembali lagi untuk mengunjungi tempat itu. Amin
Setelah persiapan usai, yang lain berusaha untuk mencari buah alvokat untuk jadi buah tangan di Palembang . Seusai membeli oleh-oleh yang tidak jauh dari rumah, ternyata mobil kami sudah datang. Dikarenakan rumah mbak Eti ngak jauh dari loket, jadi kami tidak terlalu khawatir akan ketinggalan mobil.
Sekitar pukul 10 malam lebih kami memasukan barang-barang ke mobil. Tidak lupa kami pamit kepada kluarga dari mbak Eti yang sudah menjamu kami selama disana dengan sangat istimewa.
“Terima kasih
mbak Eti dan keluarga, semoga kebaikan kalian akan terbalaskan ditempat lain
dan kami tidak akan lupa atas semua kebaikan itu, semoga Allah swt membalas
semua kebaikan kalian.amin”
Tidak
beberapa lama kemudian bus kamipun berangkat dan kamipun full istirahat di
mobil dan paling tidak besok pagi kami
telah tiba di Palembang.
Dengan membawa pengalaman, cerita indah yang akan selalu kami kenang sepanjang umur kami, dan insya allah mungkin ane akan kembali untuk mendaki gunung dempo dan bahkan mendaki gunung-gunung yang lain. Amin
Dengan membawa pengalaman, cerita indah yang akan selalu kami kenang sepanjang umur kami, dan insya allah mungkin ane akan kembali untuk mendaki gunung dempo dan bahkan mendaki gunung-gunung yang lain. Amin
“Ane juga mau
terima kasih buat Janhari jadi penunjuk jalan kami dan koki yang baik (pembuat nasi mentah)heheh..
Buat abang (akbar) penasehat yang baik dan penanggung jawab logistic hohohoho....
Buat Zul dan Hamdan jadi penghibur slama perjalanan, kalian semua gotic gokil
mamenn !!!
Kita memang bisa disebut teman baru, tapi dengan kalian lah ane melakukan perjalanan yang merupakan salah satu impian ane, semoga persahabtan kita tidak putus cuman sampai diperjalnan ini saja. Mungkin kelak kita akan melakukan perjalanan kembali, bahkan mengajak teman-teman kita yang lain. Pokoknya, Kalian berempat luar biasa bagi ane. Thanks lor, salam backpacker, salam jari kelingking. !!”
Buat abang (akbar) penasehat yang baik dan penanggung jawab logistic hohohoho....
Buat Zul dan Hamdan jadi penghibur slama perjalanan, kalian semua
Kita memang bisa disebut teman baru, tapi dengan kalian lah ane melakukan perjalanan yang merupakan salah satu impian ane, semoga persahabtan kita tidak putus cuman sampai diperjalnan ini saja. Mungkin kelak kita akan melakukan perjalanan kembali, bahkan mengajak teman-teman kita yang lain. Pokoknya, Kalian berempat luar biasa bagi ane. Thanks lor, salam backpacker, salam jari kelingking. !!”
CATATAN :
info : uang yang kami habiskan untuk melakukan perjalanan ini Rp.350.000
Mobil bus PP : Rp.120.000
Mobil angkot penjemputan : Rp. 80.000
dan sisanya uang logistic, makanan dan makan kami saat masih di kota serta uang tak terduga.
Uang itu masih bisa ditekan kalau para backpaker lain mau. Pasti bisa.
Sebelum berakhir kenalin atu-atu dari kami yahh gan..
info : uang yang kami habiskan untuk melakukan perjalanan ini Rp.350.000
Mobil bus PP : Rp.120.000
Mobil angkot penjemputan : Rp. 80.000
dan sisanya uang logistic, makanan dan makan kami saat masih di kota serta uang tak terduga.
Uang itu masih bisa ditekan kalau para backpaker lain mau. Pasti bisa.
Sebelum berakhir kenalin atu-atu dari kami yahh gan..
Sekian dulu yah cerita dari ane, semoga bermanfaat dan menginpirasi bagi yang lain yang hendak ingin mendaki gunung khusunya gunung dempo dengan ketinggian 3159 Mdpl.
Ntar ane cerita lagi deh, dengan tema yang beda. Salam Backpacker
TERIMA
KASIH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar